Jumat, 29 September 2023

3 Cara Ikhlas Menerima Takdir Allah SWT


*Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh*

3 Cara Ikhlas Menerima Takdir Allah SWT

Dalam keadaan apapun, baik suka maupun duka, harus menerima takdir. Sebab, takdir merupakan kehendak dari Allah SWT yang tidak dapat diubah. Terkadang, Allah SWT sengaja menunda kesuksesan manusia untuk mengukur derajat keikhlasan hamba-Nya. Sebab, sikap ikhlas dalam menerima takdir Allah SWT akan membuat seseorang selalu berprasangka baik kepada-Nya. Salah satu cara terbaik untuk meyakini takdir Allah SWT adalah dengan ikhlas menerimanya. Sebab, Allah SWT mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Berikut cara ikhlas menerima takdir Allah SWT yang dikutip dari buku 10 Principles of Perfect Muslimah oleh Tina Manroe. 

1. Yakin dan ridha
Umat Muslim harus meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT mempunyai rencana terindah dan terbaik bagi hamba-Nya. 
“Sesungguhnya Allah SWT apabila mencintai sebuah kaum, maka Dia mengujinya. Barangsiapa yang ridha maka dia mendapatkan keridhaan dan barangsiapa yang benci maka dia hanya akan mendapatkan kebencian.” (HR. Tirmidzi)

2. Berpikir positif
Berpikir positif menjadi salah satu cara untuk menerima takdir dengan ikhlas karena dapat memberikan ketenangan hati. 
“Janganlah engkau berkata seandainya aku berbuat begini tentu begini dan begitu tentu akan seperti ini dan seperti itu.” (HR. Muslim)

3. Selalu memohon pertolongan kepada Allah SWT
Takdir merupakan bagian dari kekuasaan Allah SWT. Dalam menghadapinya, umat Muslim wajib memohon pertolongan kepada-Nya untuk mengambil keputusan terbaik.
“Bersemangatlah untuk memperoleh apa yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah dan jangan sekali kali kamu merasa tidak berdaya.” (HR. Abu Hurairah)

Follow: IG, FB, YB: @gemma_gianyar

*Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh*

Panulis & Desain : Iqbal Dwi P

Rabu, 20 September 2023

Pengajian Umum Peringatan Maulid 1445 H


Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Gianyar bersama Dewan Kemakmuran Masjid Agung Al - A'la Kabupaten Gianyar menggelar Pengajian Umum dalam rangka perayaan Maulid Nabi Muhammad  ﷺ pada Selasa 19 September 2023.

Acara yang bertempat di Masjid Agung Al-A'la Kabupaten Gianyar dimulai dengan Sholat Maghrib berjama'ah. Kemudian dilanjutkan dengan Tahlil dan pembacaan surat Yasin yang dipandu oleh Ustadz Ali Fardi.



Acara dilanjutkan kembali selepas rangkaian Sholat Isya berjama'ah dengan pembacaan Sholawat Udhiya 'Ulami dan pembukaan oleh Ustadz Nur Rofiq. Dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al - Qur'an oleh Ustadz Mahram.

Habib Ali Usman As-Segaf dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa bahagia kita ialah bahagia yang kekal selamanya. Yakni atas kelahiran Nabi Muhammad ﷺ.


Dalam hadits disebutkan bahwa sebelum wafat, Nabi Muhammad ﷺ masih mengingat ummatnya. Bahkan Beliau ﷺ baru merasa tenang ketika ada jaminan bahwa ummat yang pertama masuk surga ialah ummat Beliau ﷺ, tuturnya.

Kamis, 07 September 2023

Kajian HBMI : Keutamaan Menuntut Ilmu


Himpunan Bina Muallaf Indonesia (HBMI) Kabupaten Gianyar mengadakan kajian rutin bulanan pada Kamis, 7 September 2023. Tepatnya setelah rangkaian Sholat Ashar berjamaah.

Kajian yang bertempat di lantai bawah Masjid Agung Al - A'la Kabupaten Gianyar kali ini dipimpin oleh Ustadz Lailatul Qadar ini membahas tentang pentingnya menuntut ilmu.

Adapun point - point materi kajian adalah yang pertama, menuntut ilmu adalah hal yang wajib. Sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Asy - Syafi’i,



لَيْسَ بَعْدَ الْفَرَائِضِ أَفْضَلُ مِنْ طَلَبِ الْعِلْمِ

“Tidak ada setelah berbagai hal yang wajib yang lebih utama dari menuntut ilmu.”

Kemudian pada redaksi yang lain, Imam Asy Syafi’i juga menyatakan,

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ ، وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ

“Siapa yang ingin dunia, wajib baginya memiliki ilmu. Siapa yang ingin akherat, wajib baginya pula memiliki ilmu.”

Maksudnya adalah ilmu sangat dibutuhkan untuk memperoleh manfaat dari dunia. Terlebih bekal bagi kita untuk selamat di akherat kelak.

Narasumber : Kadek Anny
Editor : Bento