Selasa, 21 Mei 2019

Syafaat Quran Saat Kiamat

STRUKTUR KEPENGURUSANPROGRAM KERJASEJARAH MASJIDINFORMASI

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاء وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ

Tausiyah dari Habib Abdul Muthollib Assegaf 
Besar kecilnya pahala yang kita terima bergantung besar kecilnya ibadah yang kita lakukan. Sebagai manusia kita di tuntut ikhlas dalam beribadah. Demikian permbukaan mau’idhoh hasanah oleh Al Habib Abdul Muthollib Assegaf dalam rangkaian acara Khotmil Qur’an di Masjid Agung Al - A’la Kabupaten Gianyar.

Beliau mengisahkan ketika menyaksikan perhelatan lomba burung. Kemudian dihampirinya salah satu teman yang mengikuti lomba burung tersebut. Dari teman tersebut  saya mendapat informasi bagaimana cara memperlakukan burung jenis ini dan jenis itu. Dari cara memberikan makanan dan bagaimana cara  memperlakukan seekor burung tersebut. Hingga mereka menjadi terhibur dengan kicauannya, ungkapnya.

Pelaksanaan Khotmil Quran merayakan Nuzulul Quran
Ulama asal Klungkung ini menambahkan, pada sahabat yang lain yang hobi memelihara kucing jenis  anggora juga demikian. Baik dari makanan yang diberikan maupun cara memandikan yang berbeda dari kucing - kucing biasanya.

Dari contoh diatas, maka hikmahnya ialah Allah yang menciptakan manusia berbeda – beda. Masing – masing memiliki kebutuhannya masing – masing. Seperti ketika orang indonesia diberi sekresek roti, maka tidak akan kenyang sebelum mendapatkan nasi. Namun hal berbeda kita temukan jika ada orang Yaman yang jika kita beri roti dan susu saja itu sudah termasuk makan, tambahnya.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allâh ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allâh Maha mengetahui lagi Maha Mengenal [al-Hujurât/49:13]

Khotmil Qur'an dipimpin Habib Muhammad Assegaf

Manusia diciptakan bermacam - macam dan bersuku - suku untuk li taaruf atau saling mengenal. Demikianlah Allah memberi ilham kepada kita bagaimana kita memperlakukan hewan - hewan khusus itu dengan cara yang berbeda. Namun yang paling baik ialah yang paling bertaqwa diantara kamu sekalian. Ramadhan menjadikan kita sebagai orang yang dari beriman menjadi bertaqwa. Seperti itulah Al Quran menjadi petunjuk bagi manusia.

Jika diibaratkan, daun dan buah yang jatuh tidak harus menunggu ranum. Demikian juga manusia, yang akan dapat meninggal tanpa harus tua telebih dahulu. Ada pula yang sakit hingga tinggal tulang dan kulit saja masih diberi kehidupan. Maka kita siapkan bekal kita sebaik – baiknya salah satunya dengan menyibukkan diri membaca Al Qur’an. Karena Al Qur’an adalah petunjuk di dunia, dan bacaan Qur’an kelak menjadi syafa'at bagi kita di hari kiamat nanti.

Megibung atau makan bersama

Terlebih lagi setiap Nuzulul Qur’an, Majelis Nurul Musthofa dan Masjid Agung Al – A’la Kabupaten Gianyar selalu bekerja sama dalam mengadakan kegiatan Khotmil Qur’an Bersama. Jadi bagi anda yang memiliki waktu hadirilah majelis – majelis Qur’an. Seperti dalam riwayat Imam Hanbal bahwa para Malaikat ikut mengaminkan doa kita saat Khotmil Qur’an.

Kemudian dilanjutkan dengan Sholat Tarawih dan Sholat Witir Berjama’ah yang dipimpin Habib Abdul Muthollib Assegaf. Lalu kegiatan Khotmil Qur’an dengan sistem satu orang satu juz dipimpin oleh Habib Muhammad Assegaf. Dan terakhir kegiatan dirutup dengan MEGIBUNG atau makan bersama dengan satu nampan untuk empat orang.

Demikian yang dapat kami sajikan, mudah-mudahan apa yang termuat pada web-blog ini dapat menjadikan Masjid Agung Al-'Ala Kab. Gianyar semakin maju dalam memakmurkan Masjid dan membina umat. Aamiin..

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه


Minggu, 19 Mei 2019

Dua Perkara Yang Dicintai Dan Dibenci Allah

HOMESTRUKTUR KEPENGURUSANPROGRAM KERJASEJARAH MASJIDINFORMASI

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاء وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ



Kajian Kitab Nashoihul Ibad

#Maqolah 1

Diriwayatkan dari Nabi SAW, sesungguhnya Beliau bersabda, "Ada dua perkara, tidak ada sesuatu yang lebih utama dari dua perkara tersebut, yaitu iman kepada Allah dan berbuat kebajikan kepada sesama muslim. Baik dengan ucapan atau kekuasaannya atau dengan hartanya atau dengan badannya.

Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang pada waktu pagi hari tidak mempunyai niat untuk menganiaya terhadap seseorang maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu". Dan  "Barang siapa pada waktu pagi hari memiliki niat memberikan pertolongan kepada orang yang dianiaya atau memenuhi hajat orang islam, maka baginya mendapat pahala seperti pahala haji yang mabrur.

Dan Nabi SAW bersabda, "Hamba yang paling dicintai Allah Ta’ala adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Dan amal yang paling utama adalah membahagiakan hati orang mukmin dengan menghilangkan laparnya, atau menghilangkan kesusahannya, atau membayarkan hutangnya.

Dan ada dua perkara, tidak ada sesuatu yang lebih buruk dari dua tersebut yaitu syirik kepada Allah dan mendatangkan bahaya kepada kaummuslimin. Baik membahayakan atas badannya, atau hartanya. Karena sesungguhnya semua perintah Allah kembali kepada dua masalah tersebut. Mengagungkan Allah dan berbuat baik kepada makhluknya, sebagaimana firman Allah Ta’ala Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan firman Allah Ta’ala Hendaklah kamu bersyukur kepadaKu dan kepada kedua orang tuamu.

Uwais al qorni bertemu dengan seorang rohib maka aku bertanya wahai pendeta amal apa yang bisa menyebabkan seorang itu naik derajatnya. Kemudian dijawab, yaitu mengembalikan hak orang didholimi dan meringankan tanggung jawab hari hak hak duniawi.

Seperti saat mati keluarganya membayarkan hutangnya. Ketika seseorang wafat maka dapat menjadi penghalang kita maxuk surga. Sesungguhnya amal apapun tidak akan naik kepada Allah jika masih memiliki tanggungan maupun perbuatan dholim kepada sesama manusia.

Apalagi di saat ini di dunia medsos ketika komentar kita menyakiti orang lain dapat menghambat dan berakibat kepada kita. Contoh lain jika saat pemimpin saat menjabat namun kebijakannya membuat sengsara atau menyakiti orang lain maka akan mengakibatkan nanti pada dirinya. Contoh lain ketika menjadi kepala keluarga jika ada ucapan atau perbuatan yang menyakiti istri dan anak.

Kepada Allah SWT kita hanya cukup Istighfar. Tapi kepada sesama manusia, sebelum minta maaf maka dosa dan tanggungan akan tetap menempel.

Demikian yang dapat kami sajikan, mudah-mudahan apa yang termuat pada web-blog ini dapat menjadikan Masjid Agung Al-'Ala Kab. Gianyar semakin maju dalam memakmurkan Masjid dan membina umat. Aamiin..

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه


Kamis, 02 Mei 2019

Segala Komponen Lembaga dan Banom Adalah Juga Pengurus Masjid

HOME STRUKTUR KEPENGURUSAN PROGRAM KERJA SEJARAH MASJID INFORMASI

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاء وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ


Menindak lanjuti rapat pleno pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Agung Al – A’la Kabupaten Gianyar pada 13 April 2019, maka DKM melaksanakan rapat khusus Lembaga  - Lembaga Masjid yang ada di Masjid kita tercinta. Diantaranya Lembaga Unit Pelayanan Zakat (UPZ), TPQ MADIN Al – A’la dan MT Ibu – Ibu Al - A’la.

Diawali dengan pembukaan oleh Wakil Ketua Dewan Syuro Masjid Agung Al – A’la, Ustadz H. Abdul Hamid Nasfi. Beliau menyampaikan bahwa pada hakikatnya masjid adalah tempat sujud atau tempat ibadah.

Adalah fardhu 'ain kita menghidupkan masjid dengan sholat, dan fardhu kifayah nya ialah ibadah ibadah lainnya. Seperti imaroh yang merupakan implementasi dari fardhu ain. Dengan menangani berbagai macam program yang ada.


Sedangkan fardhu kifayah nya dengan bidang Idaroh dan Riayah dengan saling menunjang. Jika tidak, maka masjid kita tercinta akan seperti masjid yang ada di kampung - kampung. Datang hanya untuk sholat tapi setelahnya sepi.

Kelembagaan masjid seperti TPQ MaADIN juga menjadi alat pencetak kader di masa depan. Karena tanpa guru – guru, imarohtak bisa berbuat apa apa. Termasuk juga giru tugas, kehadirannya sangat penting. Karena dapat menjadi rujukan kedepannya.

Dilanjutkan dengan laporan dari TPQ MADIN yang disampaikan Ketua TPQ Ustadz Lailatul Qodar. Beliau menyampaikan paparan kondisi terkini TPQ dan kendala – kendala selama setahun terakhir. Dan Kepala MADIN Ustadz H. Miftahul Huda dengan menjabarkan program – program unggulan.



Ketua MT Ibu – Ibu Al – A’la, Ibu Ustadzah Sri Wahyuni menyampaikan sejarah awal pembentukan MT Ibu – Ibu Al – A’la dan capaian program kerja selama setahun terakhir. Dan terakhir Laporan dari Ketua UPZ Masjid Agung Al – A’la Kab Gianyar, Bapak Muhammad Suyana. Beliau menyampaikan evaluasi terkait kendala yang ada dan pengembangan UPZ di masing – masing Majelis Ta’lim untuk kedepannya.

Ketua Umum DKM, Ustadz Agus Arianto menyampaikan pengurus yang ada terutama di banom dan lembaga, jangan pernah merasa kecil hati. Karena bagaimanapun Kinerja DKM tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya Lembaga dan Banom. 

Anggota dari Lembaga dan Banom tersebut, adalah juga menjadi pengurus DKM. Dikarenakan banyak pula yang menjadi guru, tukang parkir dll masih belum merasa sebagai pengurus masjid. Bahwasannya kita adalah satu keluarga besar.


Kedua, kepengurusan lembaga juga mengikuti masa khidmat pengurus DKM. Jika masa khidmat DKM telah usai, maka kepengurusan lembaga juga berakhir. Namun apabila masi tetap berjalan, sesungguhnya itu adalah bonus.

Adapun hasil dari keputuran rapat ini antara lain. Ketua TPQ dijabat oleh Ustadzah Arif Siti Musrifah. Ketua MADIN dijabat kembali oleh Ustadz Lailatul Qodar. Ketua MT Ibu – Ibu Al – A’la dijabat kembali oleh Ustadzah Sri Wahyuni. Ketua UPZ dijabat kembali oleh Bapak Muhammad Suyana. Acara ditutup oleh Ketua Dewan Syuro H. Ibnu Atho’illah.

Demikian yang dapat kami sajikan, mudah-mudahan apa yang termuat pada web-blog ini dapat menjadikan Masjid Agung Al-'Ala Kab. Gianyar semakin maju dalam memakmurkan Masjid dan membina umat. Aamiin..

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه