Tampilkan postingan dengan label aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aswaja. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Agustus 2019

Galeri Diklat Khotib Imam dan Bilal (1)

HOMESTRUKTUR KEPENGURUSANPROGRAM KERJASEJARAH MASJIDINFORMASI

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاء وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ 
وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْد

Dewan Kemakmuran Masjid Agung Al - A'la Kabupaten Gianyar menyelenggarakan kegiatan Diklat Khotib, Imam dan Bilal se-Kabupaten Gianyar pada Sabtu, 31 Agustus 2019.

Bertempat di Masjid Agung Al - A'la Kabupaten Gianyar, kegiatan ini dimulai pada pukul 09.30 wita oleh Ketua Panitia Ustadz Firman Ayani. Kegiatan diawali dengan pembukaan, sambutan doa dan materi.









































Demikian yang dapat kami sajikan, mudah-mudahan apa yang termuat pada web-blog ini dapat menjadikan Masjid Agung Al-'Ala Kab. Gianyar semakin maju dalam memakmurkan Masjid dan membina umat. Aamiin..

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه


Selasa, 04 Juni 2019

Pembagian Zakat Dengan Buka Bersama

HOME STRUKTUR KEPENGURUSAN PROGRAM KERJA SEJARAH MASJID INFORMASI

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاء وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ

Jajaran Pimpinan DKM dan UPZ

Alhamdulillah, acara yang digelar oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Agung Al - A'la Kab. Gianyar ini dimulai pada 17.24 wita di Masjid Masjid Agung Al - A'la Kab. Gianyar. Dan dibuka oleh Ketua UPZ, Bapak Muhammad Suyana. 

Dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua Umum DKM Masjid Agung Al - A'la Kab. Gianyar, Ustadz Agus Arianto. Beliau menyampaikan rasa syukur ke hadirat Allah SWT dan rasa terima kasih kepada Para pengurus Masjid dan Panitia UPZ. Kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi program - program unggulan Masjid.

Pertama - tama, mari sama - sama kita niatkan berkumpul disini untuk ibadah mendekatkan diri dengan Allah SWT, datang dan duduk niat iktikaf maka akan mendapat pahala. Tidak seperti tahun tahun sebelumnya, bapak dan ibu datang, menyetor kupon, ambil beras trus pulang. Maka tahun ini konsepnya akan kita rubah dengan buka puasa bersama, tambahnya.

Para Mustahiq antusias mendengarkan arahan

Hal ini dikarenakan tugas kita sebagai manusia ialah untuk beribadah. Kita tidak punya pilihan selain beribadah. 
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku (saja)” (QS. Adz-Dzaariyaat: 56).

Maka, pembagian zakat yang dirangkai dengan buka bersama ini menjadi ibadah kepada Allah dengan duduk iktikaf di Masjid. Karena pemberi rizki sesungguhnya adalah Allah, maka kita ungkapkan rasa syukur kita dengan cara ibadah.

Jika selama hidup tidak beribadah satu detik saja maka itu sudah melanggar kodrat kita. Ibadah itu tidak selamanya sholat, ngaji dan dzikir. Jadi banyak program masjid yang bertujuan untuk memakmurkan ummat.

Diikuti 165 mustahiq di wilayah Kecamatan Gianyar

Kedua, Masjid untuk tarbiah atau pendidikan. Apa yang selama ini belum kita ketahui seperti tata cara sholat, wudhu ada di masjid. Jangan sampai anaknya d sekolahkan ngaji tapi orang tuanya tidak bisa ngaji. Padahal di masjid ada kegiatan ngaji untuk bapak - bapak dan ibu - ibu. Karena jika manusia mati yang di bawa adalah amal ibadahnya sendiri. Jadi jangan pernah merasa sungkan untuk ke masjid.

Ketiga di bidang sosial, kita ada Majelis Taklim. Baik untuk bapak, ibu, remaja bahkan  muallaf sekalipun. Yang punya anak remaja masukkan ke remaja. Generasi muda kita jangan sampai berkeliaran di luar masjid.

Keempat dalam hal Ijtimaiyyah, masjid telah melaksanakan pelayanan kesehatan gratis sebelum Ramadhan. Dan kedepannya Insya Allah akan dilaksanakan tiap bulan. Setidaknya, dengan medical check up itu dapat mengurangi pertumbuhan penyakit yang ada pada diri kita. Termasuk juga dalam hal non medis, seperti Ruqyah Massal.

Pemberian Zakat Fitrah Kepada Fakir Miskin

Kelima, di bidang muamalah atau perekonomian salah satunya dengan ATM Beras yang sudah berjalan dengan pengambilan setiap hari Ahad pada waktu sholat Dhuhur. Bagi yang sudah mendapatkan fasilitas ATM Beras silahkan mengunakan, tapi jika dalam 1 bulan atau 2 bulan tidak ngambil, berarti akan kami tarik, ungkap pria yang juga Sekretaris Tanfidziyah PC NU Gianyar ini.

Terkait dengan Zakat, beliau menerangkan bahwa, zakat  adalah kewajiban dari seorang muslim. Bagaimanapun keadaannya, baik tua, muda, kecil, maupun besar. Dengan syarat masi menikmati hidup di antara akhir bulan ramadhan dan awal bulan Syawal.

Misalkan, ketika besok sore (30 Ramadhan) seseorang wafat, maka ia tidak dapat kewajiban zakat. Tapi kalo sudah masuk maghrib maka tetap wajib. Baik dibayar dengan ahli warisnya. Sama halnya ketika seseorang lahir setelah maghrib, maka ia juga tidak dikenakan zakat

Suasana Pembagian Zakat

Yang penting masih hidup, tetap bayar zakat. Walaupun seseorang tersebut adalah juga mustahiq seperti fakir miskin. Namun cukup dibayar semampunya sesuai batasnya yakni 3 kilogram. Dan nanti akan di ganti sama Islam itu sendiri yaitu sebagai mustahiq. Dan ia akan memperoleh kembali zakatnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan buka bersama dan doa yang dipimpin oleh Ustadz Abdul Hamid Nasfi. Selepas Sholat Maghrib berjamaah, pembagian zakat pun dilaksanakan. Kegiatan ini dihadiri oleh 165 mustahiq dan 6 anak yatim di wilayah kecamatan Gianyar.

Demikian yang dapat kami sajikan, mudah-mudahan apa yang termuat pada web-blog ini dapat menjadikan Masjid Agung Al-'Ala Kab. Gianyar semakin maju dalam memakmurkan Masjid dan membina umat. Aamiin..

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Selasa, 21 Mei 2019

Syafaat Quran Saat Kiamat

STRUKTUR KEPENGURUSANPROGRAM KERJASEJARAH MASJIDINFORMASI

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاء وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ

Tausiyah dari Habib Abdul Muthollib Assegaf 
Besar kecilnya pahala yang kita terima bergantung besar kecilnya ibadah yang kita lakukan. Sebagai manusia kita di tuntut ikhlas dalam beribadah. Demikian permbukaan mau’idhoh hasanah oleh Al Habib Abdul Muthollib Assegaf dalam rangkaian acara Khotmil Qur’an di Masjid Agung Al - A’la Kabupaten Gianyar.

Beliau mengisahkan ketika menyaksikan perhelatan lomba burung. Kemudian dihampirinya salah satu teman yang mengikuti lomba burung tersebut. Dari teman tersebut  saya mendapat informasi bagaimana cara memperlakukan burung jenis ini dan jenis itu. Dari cara memberikan makanan dan bagaimana cara  memperlakukan seekor burung tersebut. Hingga mereka menjadi terhibur dengan kicauannya, ungkapnya.

Pelaksanaan Khotmil Quran merayakan Nuzulul Quran
Ulama asal Klungkung ini menambahkan, pada sahabat yang lain yang hobi memelihara kucing jenis  anggora juga demikian. Baik dari makanan yang diberikan maupun cara memandikan yang berbeda dari kucing - kucing biasanya.

Dari contoh diatas, maka hikmahnya ialah Allah yang menciptakan manusia berbeda – beda. Masing – masing memiliki kebutuhannya masing – masing. Seperti ketika orang indonesia diberi sekresek roti, maka tidak akan kenyang sebelum mendapatkan nasi. Namun hal berbeda kita temukan jika ada orang Yaman yang jika kita beri roti dan susu saja itu sudah termasuk makan, tambahnya.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allâh ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allâh Maha mengetahui lagi Maha Mengenal [al-Hujurât/49:13]

Khotmil Qur'an dipimpin Habib Muhammad Assegaf

Manusia diciptakan bermacam - macam dan bersuku - suku untuk li taaruf atau saling mengenal. Demikianlah Allah memberi ilham kepada kita bagaimana kita memperlakukan hewan - hewan khusus itu dengan cara yang berbeda. Namun yang paling baik ialah yang paling bertaqwa diantara kamu sekalian. Ramadhan menjadikan kita sebagai orang yang dari beriman menjadi bertaqwa. Seperti itulah Al Quran menjadi petunjuk bagi manusia.

Jika diibaratkan, daun dan buah yang jatuh tidak harus menunggu ranum. Demikian juga manusia, yang akan dapat meninggal tanpa harus tua telebih dahulu. Ada pula yang sakit hingga tinggal tulang dan kulit saja masih diberi kehidupan. Maka kita siapkan bekal kita sebaik – baiknya salah satunya dengan menyibukkan diri membaca Al Qur’an. Karena Al Qur’an adalah petunjuk di dunia, dan bacaan Qur’an kelak menjadi syafa'at bagi kita di hari kiamat nanti.

Megibung atau makan bersama

Terlebih lagi setiap Nuzulul Qur’an, Majelis Nurul Musthofa dan Masjid Agung Al – A’la Kabupaten Gianyar selalu bekerja sama dalam mengadakan kegiatan Khotmil Qur’an Bersama. Jadi bagi anda yang memiliki waktu hadirilah majelis – majelis Qur’an. Seperti dalam riwayat Imam Hanbal bahwa para Malaikat ikut mengaminkan doa kita saat Khotmil Qur’an.

Kemudian dilanjutkan dengan Sholat Tarawih dan Sholat Witir Berjama’ah yang dipimpin Habib Abdul Muthollib Assegaf. Lalu kegiatan Khotmil Qur’an dengan sistem satu orang satu juz dipimpin oleh Habib Muhammad Assegaf. Dan terakhir kegiatan dirutup dengan MEGIBUNG atau makan bersama dengan satu nampan untuk empat orang.

Demikian yang dapat kami sajikan, mudah-mudahan apa yang termuat pada web-blog ini dapat menjadikan Masjid Agung Al-'Ala Kab. Gianyar semakin maju dalam memakmurkan Masjid dan membina umat. Aamiin..

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه


Sabtu, 27 April 2019

Pelatihan Haid Nifas dan Istihadhah

HOME STRUKTUR KEPENGURUSAN PROGRAM KERJA SEJARAH MASJID INFORMASI

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاء وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ

Ustadz Achmad Shiddiq

Haid menjadi hal yang tak terpisahkan oleh wanita. Namun tak banyak yang tau bagaimana menyikapi haid menurut pandangan Islam. Maka dari itu Dewan Kemakmuran Masjid Agung Al- A’la Kabupaten Gianyar melaksanakan program Pelatihan Haid, Nifas da Istihadhah. Dengan bekerja sama dengan Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Sidogiri.

Dimulai pada pukul 09.00, acara dimulai dengan sambutan Ketua Umum Dewan Kemakmuran Masjid Agung Al- A’la Kabupaten Gianyar, Ustadz Agus Arianto. Kemudian sambutan Ketua LAZ Sidogiri yang dalam hal ini diwakili oleh Ustadz Syaiful. Beliau menyampaikan bahwa alumni santri diajarkan untuk menyiarkan apa yang diperoleh di pondok pesantren, disebarluaskan ke masyarakat. Salah satunya dengan kegiatan ini.

Kemudian dilanjutkan pemateri yakni Ustadz Achmad Shiddiq dan Ustadz Lailatul Qodar. Beberapa poin yang disampaikan antara lain. Adalah fardhu ain mempelajari tentang haidterutama bagi wanita yang sudah baligh. Sedangkan Fardhu Kifayah bagi laki – laki.


Dihadiri Pengurus DK Masjid Agung Al - A'la Kab. Gianyar
Haid atau yang biasa disebut menstruasi adalah darah yang keluar melalui alat kelamin perempuan ketika mencapai usia minimal 9 tahun Hijriyah kurang 16 hari kurang sedikit (usia 8 tahun 11 bulan 14 hari lebih sedikit), dan keluar tidak disebabkan sakit atau melahirkan.

Dengan demikian darah yang keluar sebelum usia tersebut atau disebabkan penyakit atau melahirkan maka tidak dinamakan darah haid. Sedangkan wanita yang mengeluarkan darah sebagian masuk dalam usia haid dan sebagian yang lain tidak masuk maka hukumnya adalah:

  1. Darah yang keluar sebelum mencapai usia haid dihukumi darah istihadhah.
  2. Darah yang keluar saat sudah mencapai usia haid dengan syarat tidak lebih dari 15 hari dan tidak kurang dari 24 jam.

Nifas adalah darah yang keluar dari kemaluan perempuan setelah melahirkan (walaupun yang dilahirkan hanya segumpal darah atau daging), selama tidak dipisah masa suci (tidak keluar darah) 15 hari atau lebih. Apabila sudah dipisah 15 hari maka darah yang keluar setelahnya dihukumi haid apabila memenuhi syarat haid.

Jika darah yang keluar pada saat sakitr melahirkan, atau bersamaan denagn bayi tidak dihukumi nifas, sedangkan hukumnya diperinci:
  1. Jika darah tersebut bersambung dengan darah haid sebelumnya maka juga dihukumi haid.
  2. Jika tidak bersambung dengan haid sebelumnya atau bersambung dengan darah sebelumnya namun ketika digabung masih tidak mencapai 24 jam, maka dihukumi darah istihadhah.


Diikuti segenap MT dan Organisasi Islam Wanita

Darah Istihadhah adalah darah yang keluar dari kemaluanm perempuan yang tidak sesuai dengan ketentuan haid dan nifas.


Acara ini diikuti perwakilan Majelis – Majelis Ta’lim, Organisasi Wanita Islam se-Kabupaten Gianyar. Diantaranya, MT Ibu – Ibu Al-A’la Gianyar, PC Muslimat NU Gianyar, PD Aisyiah Gianyar dll. Serta anggota putri Generasi Muda Masjid Agung (GEMMA) Al-A’la Gianyar.

Demikian yang dapat kami sajikan, mudah-mudahan apa yang termuat pada web-blog ini dapat menjadikan Masjid Agung Al-'Ala Kab. Gianyar semakin maju dalam memakmurkan Masjid dan membina umat. Aamiin..

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه


Senin, 04 Maret 2019

Tausiyah Habib Aidid dari Yaman

HOME STRUKTUR KEPENGURUSAN PROGRAM KERJA SEJARAH MASJID INFORMASI

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءوَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ



Alhamdulillah, masjid kita tercinta kedatangan Al Habib Ahmad Husein Aidid dan Al Habib Muhammad Aidid. Kedatangan para 'ulama - 'ulama dari Tarim, Yaman ini dirangkai dengan kegiatan Sholat Maghrib berjamaah, dan pembacaan Rotibul Haddad. Dipimpin Habib Tholib Assegaf pembacaan Rotib dimulai dengan penjelasan tentang Rotibul Haddad yang merukapan rangkuman atau rekap doa - doa yang mustajab dari Rasulullah SAW. 

Kemudian dilanjutkan sedikit tausiyah oleh Al Habib Muhammad Aidid. Beberapa poin yang disampaikan adalah bahwa Allah SWT telah mengumpulkan kita pada waktu yang paling afdhol yaitu antara Maghrib sampai isya. Adapun pada Bani Alawi di Hadramaut, Yaman itu menghidupkan waktu yang mulia itu dengan Quran dan Rotibul Haddad bukan dengan di pasar atau bermain bersama kelurga. Dan saat pertama sampai ke Masjid Agung Al Ala Gianyar, beliau merasa senang karena di lantai bawah ada halaqoh taklim dan pembelajaran bagi anak - anak antara Maghrib sampai Isya. Hal yang sama juga terjadi di kalangan wanita di Tarim Yaman.



Dan kepada para orang tua agar menanamkan di batin anak - anak kita, bagaimana memuliakan waktu antara maghrib dan isya. Sebab jika meninggalkan perkara ini maka ketika besar, si anak akan susah untuk dididik. Dan tentu akan juga terjadi perselisihan nantinya.

Kemudian dilanjutkan dengan Sholat Isya berjama'ah. Yang dipimpin oleh Al Habib Ahmad Husein Aidid.

Dalam tausiyahnya, Al Habib Ahmad Husein Aidid menyampaikan yang pertama ialah, bahwa kita perlu menyadari berada pada kenikmatan, yaitu islam. Dan didalam Islam kita saksikan Allah adalah  tunggal dalam keesaan-Nya. Dan tidak ada sekutu bagi-Nya dan inilah syariat bagi islam. Dan apabila dalam aqidahnya ada yang selain Allah. Dan ia mati dalam keadaan kufur dan akan mendapat siksa.

Bahwasanya hidayah itu datangnya dari Allah SWT. Seandainya seluruh makhluk berkumpul untuk memberi hidayah maka mereka tak akan mampu melakukannya. Tapi seandainya Allah SWT yang menginginkan hidayah, maka Allah SWT akan memberinya cahaya dan kemuliaan. Dan hidayah yang paling agung ialah saat ada orang yang  mulia di mata Allah SWT menjadi penyebab hidayah bagi orang lain. Dari yang kufur menjadi beriman. Yang bermaksiat menjadi taubat. Bahkan Rasulullah SAW  tak enak tidur makan karena menginginkan kafir Qurais merasakan cahaya hidayah .



Ketika perang haibar di dekat madinah dimana Haibar memiliki benteng yang kokoh. Dan saat itu kaum muslimin mampu menembis tiap benteng kecuali satu benteng.  Berhari – hari pun tetap tidak sanggup. Lalu Rasulullah SAW akan memberi bendera kepada seorang laki - laki  yang akan membawa kemenangan keesokan harinya. Namun Rasulullah SAW tak menyebut siapa yang di maksud. Hingga membuat para sahabat tidak tidur nyenyak. Sayyidina Umar RA mmenanyakan seperti apa orang tersebut, karena dikatakan akan menjadi orang yang dicintai Allah SWT.

Dan keesokan harinya setelah Sholat Shubuh Rasulullah SAW menunjuk Sayyidina Ali bin Abi Tholib RA yang sedang sakit mata. Lalu Nabi meludah di tanyan kanan dan kiri dan si usapkan pada Sayyidina Ali hingga sembuh seketika. 

Kemudian Sayyidina Ali RA berangkat dengan syarat tanpa menoleh kebelakang. Namun di tengah perjalanan Sayyidina Ali RA bertanya tanpa menoleh, “Kepada apa aku mengajak mereka?”. Rasulullah SAW menjawab kepada Lailahailallah Muhammadrasulullah. Dan untuk saat ini barang siapa memberi hidayah bagi orang lain maka akan dapat pahala yang sama dengan Sayyidina Ali RA.

Islam di Indonesia masuk dengan cara hikmah. Sehingga Indonesia menjadi negara muslim terbesar di dunia. Yaitu disebabkan dalam penyebarannya dilakukan dengan hati yang suci, dengan rahmat dan ahlak serta metode yang baik. Lalu ketika masyarakat Indonesia menerima dengan baik dari Aceh, Ambom dan seluruh wilayah Indonesia dapat tersebar dengan baik. Tidak seperti di negata lain yang tersebar melalui peperangan.  Padahal Islam dapat  berkembang di dunia dikarenakan ahlak yang mulia.

Lalu bagaimana konteks dengan jihad? Untuk siapa jihad tersebut? Kemudian Beliau melanjutkan, jihad pada masa Rasulullah SAW yaitu untuk orang yang kufar yang memusuhi Islam. Dimana mereka adalah pemimpin yang dholim dan memiliki radikalisme. Seperti kafir qurais yang ingin memadamkan cahaya islam. Bukan kepada setiap non muslim. 



Apresiasi juga Beliau berikan kepada kepada Bapak Kapolres Gianyar atas pengarahannya kepada kaum Muslimin untuk menjaga kemanan dan menjadi contoh di masyarakat dalam ketertiban dan mematuhi hukum. Dan seyogianya pula muslim di Gianyar pada khususnya, menjadi teladan di lingkungan dengan menjaga Sunnah Rasulullah SAW.
Dimana kemakmiran juga dari sisi maknawi dengan sholat berjamaah. Lima waktu berjamaah. Dan memakmukan majelis taklim. Dan di masyarakat kita pada khususnya, kita bersyukur dengan munculnya Majelis Taklim dari santri - santri (anak dan usia dini) sehigga mengenal islam dengan baik melalui jalan Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Sebarkanlah kebaikan  semampu kita. Yang kaya dengan harta, yang alim dengan ilmu, yang sholeh dengan doanya dan yang tidak mampu dengan tenaganya.

Terakhir, diwasiatkan kepada kita yang pertama, agar berdoa setelah Shubuh dan Maghrib. Diantaranya, 
اَللّهُمَّ اَجِرْنَا مِنَ النَّار 
Allahuma ajirna minan naar (7x)

لاَاِلٰهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهْ لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ اْلحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ 
La ilaha Illallah wahdahu laa Syarikalah, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa yumit wa huwa ‘ala kulli syaiin Qodir (10x)

 سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ ِللهِ، وَلاَ اِلٰهَ إِلاَّ الله ُ، وَالله ُأَكْبَرُ 
Subhanallah, Walhamdulillah, wa Laa ilaha Illallah, Wallahu akbar
Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah Tuhan Yang Maha Besar. (10X)
Ditambahkan pula, Rasulullah SAW bersabda, Jangankan sepuluh kali, satu saja lebih Aku sukai daripada apa yang ada di muka bumi.
Kedua jangan lupa membaca Al-Qur’an. Jika tak mampu baca, dengarkan dengan mp3. Walaupun kita tidak mengerti arti (dalam ayat Al-Qur’an), tetap mendapat pahala.

Video lengkap


Demikian yang dapat kami sajikan, mudah-mudahan apa yang termuat pada web-blog ini dapat menjadikan Masjid Agung Al-'Ala Kab. Gianyar semakin maju dalam memakmurkan Masjid dan membina umat. Aamiin..

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

 

Minggu, 17 Februari 2019

Galeri Kegiatan Majelis Dzikir dan Maulidurrasul

HOME STRUKTUR KEPENGURUSAN PROGRAM KERJA SEJARAH MASJID INFORMASI

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءوَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ




Kegiatan Majelis Dzikir dan Maulidurrasul SAW merupakan hasil kerjasama dari Majelis Al Khidmah Provinsi Bali dengan DKM Masjid Agung Al – A’la Kab Gianyar. Kegiatan ini bertujuan untuk mendoakan  guru - guru, sesepuh pinisepuh dan kepada orang tua ahli kubur dan masyarakat sekitar Masjid Agung Al - A'la Kab. Gianyar, khusus nya ummat muslim.

Berikut kami sajikan galeri foto kegiatan yang di selenggarakan pada Sabtu, 16 Februari 2019:





Ketua MUI Kab. Gianyar, Ustadz M. Hasyim Asy'ari (tiga dari kiri). Ketua Majelis Al Khidmah Provinsi Bali, H Ali Mashudi.



Turut hadir Ketua MUI Kab. Gianyar dan Habib Abdul Azis al Idrus



Jama'ah dari berbagai kalangan




Pembacaan Maulidurrasul
Jama'ah Wanita turut antusias


yang muda yang beriman

Add caption

Jama'ah Majelis Al Khidmah





Mahalul Qiyam
















Dari berbagai kalangan

Tim Hadrah Majelis Al Khidmah

Sambutan Ketua Majelis Al Khidmah Provinsi Bali, H. Ali Mashudi



Sambutan Ketua Umum DKM Masjid Agung Al-A'la Kab. Gianyar


Dilanjutkan acara Makan Bersama / Megibung


























Demikian yang dapat kami sajikan, mudah-mudahan apa yang termuat pada web-blog ini dapat menjadikan Masjid Agung Al-'Ala Kab. Gianyar semakin maju dalam memakmurkan Masjid dan membina umat. Aamiin..

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه