| HOME | STRUKTUR KEPENGURUSAN | PROGRAM KERJA | SEJARAH MASJID | INFORMASI |
Tampilkan postingan dengan label habaib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label habaib. Tampilkan semua postingan
Minggu, 21 Juli 2019
Tanda - Tanda Diterimanya Haji
الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Label:
Gianyar,
habaib,
habib,
Haji,
haji 2019,
islam bali,
islam gianyar,
Kloter 61,
Kloter 84,
PHU Gianyar,
walimatus safar lil hajj
Jumat, 28 Juni 2019
Pemaaf Adalah Karakter Penghuni Surga
| HOME | STRUKTUR KEPENGURUSAN | PROGRAM KERJA | SEJARAH MASJID | INFORMASI |
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاء وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ
Halal Bihalal ini diselenggarakan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Gianyar dan bertempat di Masjid Agung Al - A'la Kabupaten Gianyar. Dengan tema Halal Bihalal Sebagai Wahana Silaturahmi Untuk Mempererat Ukhuwah
Rangkaian kegiatan diawali dengan Sholat Maghrib berjamaah dan dilanjutkan dengan pembacaan Istighotsah.
Pembacaan Istighotsah dipimpin oleh Imam Tetap Masjid, Ustadz Muhammad Ali Fardi dan Bapak Yudi Guntara. Selepas Sholat Isyarat berjamaah, para jemaah turun ke lantai bawah untuk mengikuti acara inti Halal Bihalal.
Diawali dengan sambutan Ketua PHBI Kabupaten Gianyar, H. M. Sumadi Arifin.
Beliau menyampaikan permohonan maaf apabila selama ini ada hal - hal yang kurang berkenan. Serta ucapan terima kasih kepada segenap pihak yang telah banyak memberikan sumbangsihnya untuk kesuksean acara ini.
![]() |
| Ketua PHBI Kab Gianyar H. M. Sumadi Arifin |
Istilah Halal Bihalal tidaklah asing di telinga orang Indonesia. Demikian sambutan Ketua Tanfidz Masjid Agung Al - A'la Kabupaten Gianyar, Ustadz Agus Arianto. Menjadi acara rutin tak hanya di Bali tapi sebagian besar wilayah Indonesia dilaksanakan Halal Bihalal.
Pada tahun 1948, indonesia disintegrasi bangsa dimana elit politik saling mengaku paling benar dan tidak mau duduk bersama sedangkan saat itu diwarnai pemberontakan. Presiden Soekarno saat itu memanggil KH Wahab Hasbullah. Dengan tujuan untuk meminta saran untuk mengatasi situasi politik yang tidak akur. Karena merasa paling baik dan paling benar.
Sehingga memperbaiki itu semua perlu dihalalkan dan jadilah konsep Halal Bihalal. Sekalipun esensinya adalah silaturahmi setiap Idul Fitri. Sehingga pada jaman ini juga dikenal istilah open house.
![]() |
| Habib Mahdi menyampaikam tausiyah |
Hal ini ditegaskan kembali oleh Habib Mahdi bin Yahya Al Maghrobi dari Klungkung dalam tausiyahnya sebagai acara inti Halal Bihalal. Halal Bihalal ialah satu istilah yang hanya ada di Indonesia. Sebagai implementasi dari hubungan - hubungan yang harmonis antara Ulama dan Umaro.
Keharmonisan Presiden Soekarno dengan KH Wahab yang membuat suatu istilah tersebut. Dari sesuatu yang di anggap haram, seperti dendam, permusuhan dll, kita halalkan dengan bermaaf maafan.
Kemudian mengutip Al Quran Surat Al Hujurot ayat 10.
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.
Ada yang bangsanya berbeda, bahasanya beda, bahkan mazhabnya juga bisa berbeda, maka al Mukminunal ikhwan.
Demikian yang dapat kami sajikan, mudah-mudahan apa yang termuat pada web-blog ini dapat menjadikan Masjid Agung Al-'Ala Kab. Gianyar semakin maju dalam memakmurkan Masjid dan membina umat. Aamiin..
Selasa, 21 Mei 2019
Syafaat Quran Saat Kiamat
| STRUKTUR KEPENGURUSAN | PROGRAM KERJA | SEJARAH MASJID | INFORMASI |
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاء وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ
![]() |
| Tausiyah dari Habib Abdul Muthollib Assegaf |
Besar kecilnya pahala yang kita terima bergantung besar kecilnya ibadah yang kita lakukan. Sebagai manusia kita di tuntut ikhlas dalam beribadah. Demikian permbukaan mau’idhoh hasanah oleh Al Habib Abdul Muthollib Assegaf dalam rangkaian acara Khotmil Qur’an di Masjid Agung Al - A’la Kabupaten Gianyar.
Beliau mengisahkan ketika menyaksikan perhelatan lomba burung. Kemudian dihampirinya salah satu teman yang mengikuti lomba burung tersebut. Dari teman tersebut saya mendapat informasi bagaimana cara memperlakukan burung jenis ini dan jenis itu. Dari cara memberikan makanan dan bagaimana cara memperlakukan seekor burung tersebut. Hingga mereka menjadi terhibur dengan kicauannya, ungkapnya.
![]() |
| Pelaksanaan Khotmil Quran merayakan Nuzulul Quran |
Ulama asal Klungkung ini menambahkan, pada sahabat yang lain yang hobi memelihara kucing jenis anggora juga demikian. Baik dari makanan yang diberikan maupun cara memandikan yang berbeda dari kucing - kucing biasanya.
Dari contoh diatas, maka hikmahnya ialah Allah yang menciptakan manusia berbeda – beda. Masing – masing memiliki kebutuhannya masing – masing. Seperti ketika orang indonesia diberi sekresek roti, maka tidak akan kenyang sebelum mendapatkan nasi. Namun hal berbeda kita temukan jika ada orang Yaman yang jika kita beri roti dan susu saja itu sudah termasuk makan, tambahnya.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allâh ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allâh Maha mengetahui lagi Maha Mengenal [al-Hujurât/49:13]
![]() |
| Khotmil Qur'an dipimpin Habib Muhammad Assegaf |
Manusia diciptakan bermacam - macam dan bersuku - suku untuk li taaruf atau saling mengenal. Demikianlah Allah memberi ilham kepada kita bagaimana kita memperlakukan hewan - hewan khusus itu dengan cara yang berbeda. Namun yang paling baik ialah yang paling bertaqwa diantara kamu sekalian. Ramadhan menjadikan kita sebagai orang yang dari beriman menjadi bertaqwa. Seperti itulah Al Quran menjadi petunjuk bagi manusia.
Jika diibaratkan, daun dan buah yang jatuh tidak harus menunggu ranum. Demikian juga manusia, yang akan dapat meninggal tanpa harus tua telebih dahulu. Ada pula yang sakit hingga tinggal tulang dan kulit saja masih diberi kehidupan. Maka kita siapkan bekal kita sebaik – baiknya salah satunya dengan menyibukkan diri membaca Al Qur’an. Karena Al Qur’an adalah petunjuk di dunia, dan bacaan Qur’an kelak menjadi syafa'at bagi kita di hari kiamat nanti.
Terlebih lagi setiap Nuzulul Qur’an, Majelis Nurul Musthofa dan Masjid Agung Al – A’la Kabupaten Gianyar selalu bekerja sama dalam mengadakan kegiatan Khotmil Qur’an Bersama. Jadi bagi anda yang memiliki waktu hadirilah majelis – majelis Qur’an. Seperti dalam riwayat Imam Hanbal bahwa para Malaikat ikut mengaminkan doa kita saat Khotmil Qur’an.
Kemudian dilanjutkan dengan Sholat Tarawih dan Sholat Witir Berjama’ah yang dipimpin Habib Abdul Muthollib Assegaf. Lalu kegiatan Khotmil Qur’an dengan sistem satu orang satu juz dipimpin oleh Habib Muhammad Assegaf. Dan terakhir kegiatan dirutup dengan MEGIBUNG atau makan bersama dengan satu nampan untuk empat orang.
Jika diibaratkan, daun dan buah yang jatuh tidak harus menunggu ranum. Demikian juga manusia, yang akan dapat meninggal tanpa harus tua telebih dahulu. Ada pula yang sakit hingga tinggal tulang dan kulit saja masih diberi kehidupan. Maka kita siapkan bekal kita sebaik – baiknya salah satunya dengan menyibukkan diri membaca Al Qur’an. Karena Al Qur’an adalah petunjuk di dunia, dan bacaan Qur’an kelak menjadi syafa'at bagi kita di hari kiamat nanti.
![]() |
| Megibung atau makan bersama |
Terlebih lagi setiap Nuzulul Qur’an, Majelis Nurul Musthofa dan Masjid Agung Al – A’la Kabupaten Gianyar selalu bekerja sama dalam mengadakan kegiatan Khotmil Qur’an Bersama. Jadi bagi anda yang memiliki waktu hadirilah majelis – majelis Qur’an. Seperti dalam riwayat Imam Hanbal bahwa para Malaikat ikut mengaminkan doa kita saat Khotmil Qur’an.
Kemudian dilanjutkan dengan Sholat Tarawih dan Sholat Witir Berjama’ah yang dipimpin Habib Abdul Muthollib Assegaf. Lalu kegiatan Khotmil Qur’an dengan sistem satu orang satu juz dipimpin oleh Habib Muhammad Assegaf. Dan terakhir kegiatan dirutup dengan MEGIBUNG atau makan bersama dengan satu nampan untuk empat orang.
Demikian yang dapat kami sajikan, mudah-mudahan apa yang termuat pada web-blog ini dapat menjadikan Masjid Agung Al-'Ala Kab. Gianyar semakin maju dalam memakmurkan Masjid dan membina umat. Aamiin..
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
Label:
aswaja,
Bali,
habaib,
habib,
islam bali,
islam gianyar,
kegiatan masjid gianyar,
Khotmil Quran,
Masjid Al-Ala Gianyar,
masjid bali,
Nuzulul Quran,
Quran
Senin, 04 Maret 2019
Tausiyah Habib Aidid dari Yaman
| HOME | STRUKTUR KEPENGURUSAN | PROGRAM KERJA | SEJARAH MASJID | INFORMASI |
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى
أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءوَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى
اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ
Alhamdulillah, masjid kita tercinta kedatangan Al Habib Ahmad Husein Aidid dan Al Habib Muhammad Aidid. Kedatangan para 'ulama - 'ulama dari Tarim, Yaman ini dirangkai dengan kegiatan Sholat Maghrib berjamaah, dan pembacaan Rotibul Haddad. Dipimpin Habib Tholib Assegaf pembacaan Rotib dimulai dengan penjelasan tentang Rotibul Haddad yang merukapan rangkuman atau rekap doa - doa yang mustajab dari Rasulullah SAW.
Kemudian dilanjutkan sedikit tausiyah oleh Al Habib Muhammad Aidid. Beberapa poin yang disampaikan adalah bahwa Allah SWT telah mengumpulkan kita pada waktu yang paling afdhol yaitu antara Maghrib sampai isya. Adapun pada Bani Alawi di Hadramaut, Yaman itu menghidupkan waktu yang mulia itu dengan Quran dan Rotibul Haddad bukan dengan di pasar atau bermain bersama kelurga. Dan saat pertama sampai ke Masjid Agung Al Ala Gianyar, beliau merasa senang karena di lantai bawah ada halaqoh taklim dan pembelajaran bagi anak - anak antara Maghrib sampai Isya. Hal yang sama juga terjadi di kalangan wanita di Tarim Yaman.
Dan kepada para orang tua agar menanamkan di batin anak - anak kita, bagaimana memuliakan waktu antara maghrib dan isya. Sebab jika meninggalkan perkara ini maka ketika besar, si anak akan susah untuk dididik. Dan tentu akan juga terjadi perselisihan nantinya.
Kemudian dilanjutkan dengan Sholat Isya berjama'ah. Yang dipimpin oleh Al Habib Ahmad Husein Aidid.
Dalam tausiyahnya, Al Habib Ahmad Husein Aidid menyampaikan yang pertama ialah, bahwa kita perlu menyadari berada pada kenikmatan, yaitu islam. Dan didalam Islam kita saksikan Allah adalah tunggal dalam keesaan-Nya. Dan tidak ada sekutu bagi-Nya dan inilah syariat bagi islam. Dan apabila dalam aqidahnya ada yang selain Allah. Dan ia mati dalam keadaan kufur dan akan mendapat siksa.
Bahwasanya hidayah itu datangnya dari Allah SWT. Seandainya seluruh makhluk berkumpul untuk memberi hidayah maka mereka tak akan mampu melakukannya. Tapi seandainya Allah SWT yang menginginkan hidayah, maka Allah SWT akan memberinya cahaya dan kemuliaan. Dan hidayah yang paling agung ialah saat ada orang yang mulia di mata Allah SWT menjadi penyebab hidayah bagi orang lain. Dari yang kufur menjadi beriman. Yang bermaksiat menjadi taubat. Bahkan Rasulullah SAW tak enak tidur makan karena menginginkan kafir Qurais merasakan cahaya hidayah .
Ketika perang haibar di dekat madinah dimana Haibar memiliki benteng yang kokoh. Dan saat itu kaum muslimin mampu menembis tiap benteng kecuali satu benteng. Berhari – hari pun tetap tidak sanggup. Lalu Rasulullah SAW akan memberi bendera kepada seorang laki - laki yang akan membawa kemenangan keesokan harinya. Namun Rasulullah SAW tak menyebut siapa yang di maksud. Hingga membuat para sahabat tidak tidur nyenyak. Sayyidina Umar RA mmenanyakan seperti apa orang tersebut, karena dikatakan akan menjadi orang yang dicintai Allah SWT.
Dan keesokan harinya setelah Sholat Shubuh Rasulullah SAW menunjuk Sayyidina Ali bin Abi Tholib RA yang sedang sakit mata. Lalu Nabi meludah di tanyan kanan dan kiri dan si usapkan pada Sayyidina Ali hingga sembuh seketika.
Kemudian Sayyidina Ali RA berangkat dengan syarat tanpa menoleh kebelakang. Namun di tengah perjalanan Sayyidina Ali RA bertanya tanpa menoleh, “Kepada apa aku mengajak mereka?”. Rasulullah SAW menjawab kepada Lailahailallah Muhammadrasulullah. Dan untuk saat ini barang siapa memberi hidayah bagi orang lain maka akan dapat pahala yang sama dengan Sayyidina Ali RA.
Islam di Indonesia masuk dengan cara hikmah. Sehingga Indonesia menjadi negara muslim terbesar di dunia. Yaitu disebabkan dalam penyebarannya dilakukan dengan hati yang suci, dengan rahmat dan ahlak serta metode yang baik. Lalu ketika masyarakat Indonesia menerima dengan baik dari Aceh, Ambom dan seluruh wilayah Indonesia dapat tersebar dengan baik. Tidak seperti di negata lain yang tersebar melalui peperangan. Padahal Islam dapat berkembang di dunia dikarenakan ahlak yang mulia.
Lalu bagaimana konteks dengan jihad? Untuk siapa jihad tersebut? Kemudian Beliau melanjutkan, jihad pada masa Rasulullah SAW yaitu untuk orang yang kufar yang memusuhi Islam. Dimana mereka adalah pemimpin yang dholim dan memiliki radikalisme. Seperti kafir qurais yang ingin memadamkan cahaya islam. Bukan kepada setiap non muslim.
Apresiasi juga Beliau berikan kepada kepada Bapak Kapolres Gianyar atas pengarahannya kepada kaum Muslimin untuk menjaga kemanan dan menjadi contoh di masyarakat dalam ketertiban dan mematuhi hukum. Dan seyogianya pula muslim di Gianyar pada khususnya, menjadi teladan di lingkungan dengan menjaga Sunnah Rasulullah SAW.
Dimana kemakmiran juga dari sisi maknawi dengan sholat berjamaah. Lima waktu berjamaah. Dan memakmukan majelis taklim. Dan di masyarakat kita pada khususnya, kita bersyukur dengan munculnya Majelis Taklim dari santri - santri (anak dan usia dini) sehigga mengenal islam dengan baik melalui jalan Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Sebarkanlah kebaikan semampu kita. Yang kaya dengan harta, yang alim dengan ilmu, yang sholeh dengan doanya dan yang tidak mampu dengan tenaganya.
Terakhir, diwasiatkan kepada kita yang pertama, agar berdoa setelah Shubuh dan Maghrib. Diantaranya,
اَللّهُمَّ اَجِرْنَا مِنَ النَّار
Allahuma ajirna minan naar (7x)
لاَاِلٰهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهْ لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ اْلحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ
La ilaha Illallah wahdahu laa Syarikalah, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa yumit wa huwa ‘ala kulli syaiin Qodir (10x)
سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ ِللهِ، وَلاَ اِلٰهَ إِلاَّ الله ُ، وَالله ُأَكْبَرُ
Subhanallah, Walhamdulillah, wa Laa ilaha Illallah, Wallahu akbar
Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah Tuhan Yang Maha Besar. (10X)
Ditambahkan pula, Rasulullah SAW bersabda, Jangankan sepuluh kali, satu saja lebih Aku sukai daripada apa yang ada di muka bumi.
Kedua jangan lupa membaca Al-Qur’an. Jika tak mampu baca, dengarkan dengan mp3. Walaupun kita tidak mengerti arti (dalam ayat Al-Qur’an), tetap mendapat pahala.
Video lengkap
Demikian yang dapat kami sajikan, mudah-mudahan apa yang termuat pada web-blog ini dapat menjadikan Masjid Agung Al-'Ala Kab. Gianyar semakin maju dalam memakmurkan Masjid dan membina umat. Aamiin..
وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
Langganan:
Postingan (Atom)











