Dewan Kemakmuran Masjid Agung Al-A'la Kabupaten Gianyar menyelenggarakan kegiatan Diklat Khotib, Imam dan Bilal Se-Kabupaten Gianyar pada Sabtu 31 Agustus 2019. Dalam rangka menyambut tahun baru Hijriyah.
Bertempat di Masjid Agung Al-A'la Kabupaten Gianyar kegiatan dimulai pada pukul 09.30 wita, dengan Laporan Ketua Panitia, Ustadz Firman Ayani selaku Ketua Seksi Kaderisasi Dewan Kemakmuran Masjid Agung Al-A'la Kabupaten Gianyar. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini mengundang Khotib, Imam dan Bilal dari total 20 Musholla dan Masjid yang ada di Kabupaten Gianyar.
Dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum Dewan Kemakmuran Masjid Agung Al-A'la Kabupaten Gianyar, Ustadz Agus Arianto. Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang silturahmi dan kaderisasi di bidang Khotib, Imam dan Bilal. Dan kedepannya dapat menjadi komunitas yang dapat memanajemen baik Khotib, Imam dan Bilal di tempat - tempat yang belum tercover seperti di Lembaga Pemasyarakatan.
Dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum Dewan Kemakmuran Masjid Agung Al-A'la Kabupaten Gianyar, Ustadz Agus Arianto. Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang silturahmi dan kaderisasi di bidang Khotib, Imam dan Bilal. Dan kedepannya dapat menjadi komunitas yang dapat memanajemen baik Khotib, Imam dan Bilal di tempat - tempat yang belum tercover seperti di Lembaga Pemasyarakatan.
H.M. Choirun selaku Ka.Sie Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang biasa karena telah mampu memberikan kontribusi pada Masjid dan Musholla yang ada di Gianyar untuk kedepannya. Kedua beliau menyampaikan bahwa hari ini sangat penting untuk diskusi dan membaca zaman ini sehingga bisa mengarahkan ummat kita ke arah yang positif. Dan kita jadikan masjid ini sebagai sentral kegiatan keumatan.
Memasuki sesi pelatihan, materi pelatihan disampaikan Ustadz Yusuf dari Karangasem. Beliau menyampaikan materi mengenai hukum - hukum terkait sumber tata laksana sholat Jum'at menurut pandangan dari 4 Mazhab. Baik menurut Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi'i dan Imam Hambali.
Selepas Sholat Dhuhur, kegiatan dilanjutkan dengan teknis pelaksanaan Khotib dan Bilal Sholat Jum'at. Materi dibawakan oleh Ustadz H. Miftahul Huda. Jangan sampai seorang Bilal dalam mengajak jama'ah untuk khidmat ketika Khotib akan naik mimbar, sampai salah dalam memaparkan Hadits. Terutama hadits dengan riwayat tertentu namun dicampur dengan hadits lain dengan riwayat berbeda. Hingga tidak malah menjadi dianggap satu hadits.
Kegiatan berlangsung hingga pukul 14.00 siang. Dan peserta yang mengikuti kegiatan ini diberikan sertifikat tanda mengikuti pelatihan. Diklat ini juga dihadiri oleh Komandan Distrik Militer (Kodim) 1616 Gianyar, Yonzipur 18 / YKR Gianyar.
Demikian yang dapat kami sajikan, mudah-mudahan apa yang termuat pada web-blog ini dapat menjadikan Masjid Agung Al-'Ala Kab. Gianyar semakin maju dalam memakmurkan Masjid dan membina umat. Aamiin..
Dewan Kemakmuran Masjid Agung Al - A'la Kabupaten Gianyar menyelenggarakan kegiatan Diklat Khotib, Imam dan Bilal se-Kabupaten Gianyar pada Sabtu, 31 Agustus 2019.
Bertempat di Masjid Agung Al - A'la Kabupaten Gianyar, kegiatan ini dimulai pada pukul 09.30 wita oleh Ketua Panitia Ustadz Firman Ayani. Kegiatan diawali dengan pembukaan, sambutan doa dan materi.
Demikian yang dapat kami sajikan, mudah-mudahan apa yang termuat pada web-blog ini dapat menjadikan Masjid Agung Al-'Ala Kab. Gianyar semakin maju dalam memakmurkan Masjid dan membina umat. Aamiin..
Alhamdulillah, masjid kita tercinta kedatangan Al Habib Ahmad Husein Aidid dan Al Habib Muhammad Aidid. Kedatangan para 'ulama - 'ulama dari Tarim, Yaman ini dirangkai dengan kegiatan Sholat Maghrib berjamaah, dan pembacaan Rotibul Haddad. Dipimpin Habib Tholib Assegaf pembacaan Rotib dimulai dengan penjelasan tentang Rotibul Haddad yang merukapan rangkuman atau rekap doa - doa yang mustajab dari Rasulullah SAW.
Kemudian dilanjutkan sedikit tausiyah oleh Al Habib Muhammad Aidid. Beberapa poin yang disampaikan adalah bahwa Allah SWT telah mengumpulkan kita pada waktu yang paling afdhol yaitu antara Maghrib sampai isya. Adapun pada Bani Alawi di Hadramaut, Yaman itu menghidupkan waktu yang mulia itu dengan Quran dan Rotibul Haddad bukan dengan di pasar atau bermain bersama kelurga. Dan saat pertama sampai ke Masjid Agung Al Ala Gianyar, beliau merasa senang karena di lantai bawah ada halaqoh taklim dan pembelajaran bagi anak - anak antara Maghrib sampai Isya. Hal yang sama juga terjadi di kalangan wanita di Tarim Yaman.
Dan kepada para orang tua agar menanamkan di batin anak - anak kita, bagaimana memuliakan waktu antara maghrib dan isya. Sebab jika meninggalkan perkara ini maka ketika besar, si anak akan susah untuk dididik. Dan tentu akan juga terjadi perselisihan nantinya.
Kemudian dilanjutkan dengan Sholat Isya berjama'ah. Yang dipimpin oleh Al Habib Ahmad Husein Aidid.
Dalam tausiyahnya, Al Habib Ahmad Husein Aidid menyampaikan yang pertama ialah, bahwa kita perlu menyadari berada pada kenikmatan, yaitu islam. Dan didalam Islam kita saksikan Allah adalah tunggal dalam keesaan-Nya. Dan tidak ada sekutu bagi-Nya dan inilah syariat bagi islam. Dan apabila dalam aqidahnya ada yang selain Allah. Dan ia mati dalam keadaan kufur dan akan mendapat siksa.
Bahwasanya hidayah itu datangnya dari Allah SWT. Seandainya seluruh makhluk berkumpul untuk memberi hidayah maka mereka tak akan mampu melakukannya. Tapi seandainya Allah SWT yang menginginkan hidayah, maka Allah SWT akan memberinya cahaya dan kemuliaan. Dan hidayah yang paling agung ialah saat ada orang yang mulia di mata Allah SWT menjadi penyebab hidayah bagi orang lain. Dari yang kufur menjadi beriman. Yang bermaksiat menjadi taubat. Bahkan Rasulullah SAW tak enak tidur makan karena menginginkan kafir Qurais merasakan cahaya hidayah .
Ketika perang haibar di dekat madinah dimana Haibar memiliki benteng yang kokoh. Dan saat itu kaum muslimin mampu menembis tiap benteng kecuali satu benteng. Berhari – hari pun tetap tidak sanggup. Lalu Rasulullah SAW akan memberi bendera kepada seorang laki - laki yang akan membawa kemenangan keesokan harinya. Namun Rasulullah SAW tak menyebut siapa yang di maksud. Hingga membuat para sahabat tidak tidur nyenyak. Sayyidina Umar RA mmenanyakan seperti apa orang tersebut, karena dikatakan akan menjadi orang yang dicintai Allah SWT.
Dan keesokan harinya setelah Sholat Shubuh Rasulullah SAW menunjuk Sayyidina Ali bin Abi Tholib RA yang sedang sakit mata. Lalu Nabi meludah di tanyan kanan dan kiri dan si usapkan pada Sayyidina Ali hingga sembuh seketika.
Kemudian Sayyidina Ali RA berangkat dengan syarat tanpa menoleh kebelakang. Namun di tengah perjalanan Sayyidina Ali RA bertanya tanpa menoleh, “Kepada apa aku mengajak mereka?”. Rasulullah SAW menjawab kepada Lailahailallah Muhammadrasulullah. Dan untuk saat ini barang siapa memberi hidayah bagi orang lain maka akan dapat pahala yang sama dengan Sayyidina Ali RA.
Islam di Indonesia masuk dengan cara hikmah. Sehingga Indonesia menjadi negara muslim terbesar di dunia. Yaitu disebabkan dalam penyebarannya dilakukan dengan hati yang suci, dengan rahmat dan ahlak serta metode yang baik. Lalu ketika masyarakat Indonesia menerima dengan baik dari Aceh, Ambom dan seluruh wilayah Indonesia dapat tersebar dengan baik. Tidak seperti di negata lain yang tersebar melalui peperangan. Padahal Islam dapat berkembang di dunia dikarenakan ahlak yang mulia.
Lalu bagaimana konteks dengan jihad? Untuk siapa jihad tersebut? Kemudian Beliau melanjutkan, jihad pada masa Rasulullah SAW yaitu untuk orang yang kufar yang memusuhi Islam. Dimana mereka adalah pemimpin yang dholim dan memiliki radikalisme. Seperti kafir qurais yang ingin memadamkan cahaya islam. Bukan kepada setiap non muslim.
Apresiasi juga Beliau berikan kepada kepada Bapak Kapolres Gianyar atas pengarahannya kepada kaum Muslimin untuk menjaga kemanan dan menjadi contoh di masyarakat dalam ketertiban dan mematuhi hukum. Dan seyogianya pula muslim di Gianyar pada khususnya, menjadi teladan di lingkungan dengan menjaga Sunnah Rasulullah SAW.
Dimana kemakmiran juga dari sisi maknawi dengan sholat berjamaah. Lima waktu berjamaah. Dan memakmukan majelis taklim. Dan di masyarakat kita pada khususnya, kita bersyukur dengan munculnya Majelis Taklim dari santri - santri (anak dan usia dini) sehigga mengenal islam dengan baik melalui jalan Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Sebarkanlah kebaikan semampu kita. Yang kaya dengan harta, yang alim dengan ilmu, yang sholeh dengan doanya dan yang tidak mampu dengan tenaganya.
Terakhir, diwasiatkan kepada kita yang pertama, agar berdoa setelah Shubuh dan Maghrib. Diantaranya,
Subhanallah, Walhamdulillah, wa Laa ilaha Illallah, Wallahu akbar
Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah Tuhan Yang Maha Besar. (10X)
Ditambahkan pula, Rasulullah SAW bersabda, Jangankan sepuluh kali, satu saja lebih Aku sukai daripada apa yang ada di muka bumi.
Kedua jangan lupa membaca Al-Qur’an. Jika tak mampu baca, dengarkan dengan mp3. Walaupun kita tidak mengerti arti (dalam ayat Al-Qur’an), tetap mendapat pahala.
Video lengkap
Demikian yang dapat kami sajikan, mudah-mudahan apa yang termuat pada web-blog ini dapat menjadikan Masjid Agung Al-'Ala Kab. Gianyar semakin maju dalam memakmurkan Masjid dan membina umat. Aamiin..
Generasi Muda Masjid Agung Al-A’la Gianyar (GEMMA) menggelar acara Harlah GEMMA dengan mengangkat tema “35 tahun Perjalanan Remaja Masjid Agung Al – A’la”. Dimulai pada pukul 10.00 wita, kegiatan diawali dengan sambutan oleh Ka. Sie. Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kab. Gianyar, Bapak H. Muhammad Choirun.
Adapun pesan yang beliau sampaikan kepada para remaja masjid antara lain, agar mengingat pesan Rasulullah SAW yaitu menjaga lisan. Terlebih pada masa kini para remaja hidup di jaman milenial. Sehingga menjaga lisan disini juga termasuk dalam bermedia sosial. Jangan sampai kita memposting hal – hal yang memprovokasi atau menjelekkan orang lain maupun agama tertentu. Buatlah pesan kebaikan atau postingan yang membuat kita makin cinta pada agama.
Bpk. H. M. Choirun mengenang kegiatan saat masih menjadi Remaja Masjid Al-A'la Gianyar
Alumni Remaja Masjid Al – A’la Gianyar pada era 90an ini juga menyampaikan bahwa anak – anak muda milenial lebih banyak yang tidak memfigurkan satu orang lagi. Padahal kita umat muslim sepatutnya hanya mengidolakan Rasulillah SAW. Sebagai contoh, ada anak yang masih kecil namun sudah memiliki fans yang cukup banyak. Bahkan banyak pula yang malah lebih mengidolakan artis Korea.
Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah oleh Ketua DKM Masjid Agung Al-A'la Kab. Gianyar, Bapak H. Ibnu Atho’illah,ST,MT. Beliau mewasiatkan agar menjauhi “mo limo” yang merupakan dosa besar dalam Islam. Diantaranya mencuri, minum minuman keras, narkoba, membunuh dan berjudi. Karena setinggi apapun ibadahnya, kalau masi melakukan “mo limo” maka akan percuma. Dan salah satu cara untuk membentengi diri ialah dengan masuk ke organisasi remaja masjid.
Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan doa oleh Ketua MUI Kab. Gianyar, Ustadz M. Hasyim Asy’ari, dan tembang Nasyid oleh GEMMA putri diantaranya, Faiz Irya Ginar, Riska Rahmawati, Dinar Anggraeni dan Firdha. Histeria dan tepuk tangan turut mengiringi kemeriahan lantunan lagu hingga menjelang Dhuhur.
Kemudian, acara yang diikuti sekitar 115 remaja masjid se-Bali Timur ini dilanjutkan dengan Hadrah dari Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Gianyar dan pemutaran video sejarah remaja masjid sejak 1984 sampai menjadi GEMMA (sekarang).
Pemutaran video sejarah Remaja Masjid Agung Al - A'la Gianyar. Ketua Pertama, Bpk. M. Sukandi
Hingga sampai pada puncak acara yaitu pemotongan tumpeng oleh Ketua DKM Masjid Agung Al-A'la Kab. Gianyar, Bapak H. Ibnu Atho’illah,ST,MT. Dan penganugerahan AWARD untuk anggota GEMMA yang selama ini turut aktif. Adapun para pemenang kategorinya antara lain:
Terlemot : Desy
Terbully : Effendi
Terkocak : Amran
Terpopuler : Firdha
Terheboh : Riska
Teramah : Desy
Terkreatif : Faiz
Teristiqomah : Rida
Ter-Mager : Taqin
Tergalak : Satria
Penyerahan AWARD
Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada Remaja Masjid lain dan foto bersama. Dan mewakili segenap pengurus Dewan Kemakmuran Masjid Agung Al-A’la Kabupaten Gianyar dan Generasi Muda masjid Agung Al – A’la Gianyar (GEMMA) mengucapkan terima kasih kepada:
-
Ikatan Remaja Masjid Nurul Yaqin (IRAMANY) Semebaung, Bedulu. Gianyar.
Remaja Masjid Darul Hijrah Keramas, Blahbatuh.
Remaja Masjid Belega, Blahbatuh.
Remaja Islam Bangli (RISBA).
Remaja Islam Masjid Al Fatah, Kampung Jawa, Klungkung.
Remaja Masjid Al Imron, Toya Pakeh, Nusa Penida, Klungkung.
Remaja Masjid Al Hikmah, Buitan, Karangasem.
Remaja Masjid Jeruk Manis, Karangasem.
Remaja Masjid se-Bali Timur
Demikian yang dapat kami sajikan, mudah-mudahan apa yang termuat pada web-blog ini dapat menjadikan Masjid Agung Al-'Ala Kab. Gianyar semakin maju dalam memakmurkan Masjid dan membina umat. Aamiin..
Kegiatan Majelis Dzikir dan
Maulidurrasul SAW merupakan hasil kerjasama dari Majelis Al Khidmah Provinsi Bali dengan DKM Masjid Agung Al – A’la Kab Gianyar. Kegiatan ini bertujuan untuk mendoakan guru - guru, sesepuh
pinisepuh dan kepada orang tua ahli kubur dan masyarakat sekitar Masjid Agung
Al - A'la Kab. Gianyar, khusus nya ummat muslim.
Berikut kami sajikan galeri foto kegiatan yang di selenggarakan pada Sabtu, 16 Februari 2019:
Ketua MUI Kab. Gianyar, Ustadz M. Hasyim Asy'ari (tiga dari kiri). Ketua Majelis Al Khidmah Provinsi Bali, H Ali Mashudi.
Turut hadir Ketua MUI Kab. Gianyar dan Habib Abdul Azis al Idrus
Jama'ah dari berbagai kalangan
Pembacaan Maulidurrasul
Jama'ah Wanita turut antusias
yang muda yang beriman
Add caption
Jama'ah Majelis Al Khidmah
Mahalul Qiyam
Dari berbagai kalangan
Tim Hadrah Majelis Al Khidmah
Sambutan Ketua Majelis Al Khidmah Provinsi Bali, H. Ali Mashudi
Sambutan Ketua Umum DKM Masjid Agung Al-A'la Kab. Gianyar
Dilanjutkan acara Makan Bersama / Megibung
Demikian yang dapat kami sajikan, mudah-mudahan apa yang termuat pada
web-blog ini dapat menjadikan Masjid Agung Al-'Ala Kab. Gianyar semakin
maju dalam memakmurkan Masjid dan membina umat. Aamiin..