Tampilkan postingan dengan label habib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label habib. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 September 2023

Pengajian Umum Peringatan Maulid 1445 H


Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Gianyar bersama Dewan Kemakmuran Masjid Agung Al - A'la Kabupaten Gianyar menggelar Pengajian Umum dalam rangka perayaan Maulid Nabi Muhammad  ﷺ pada Selasa 19 September 2023.

Acara yang bertempat di Masjid Agung Al-A'la Kabupaten Gianyar dimulai dengan Sholat Maghrib berjama'ah. Kemudian dilanjutkan dengan Tahlil dan pembacaan surat Yasin yang dipandu oleh Ustadz Ali Fardi.



Acara dilanjutkan kembali selepas rangkaian Sholat Isya berjama'ah dengan pembacaan Sholawat Udhiya 'Ulami dan pembukaan oleh Ustadz Nur Rofiq. Dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al - Qur'an oleh Ustadz Mahram.

Habib Ali Usman As-Segaf dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa bahagia kita ialah bahagia yang kekal selamanya. Yakni atas kelahiran Nabi Muhammad ﷺ.


Dalam hadits disebutkan bahwa sebelum wafat, Nabi Muhammad ﷺ masih mengingat ummatnya. Bahkan Beliau ﷺ baru merasa tenang ketika ada jaminan bahwa ummat yang pertama masuk surga ialah ummat Beliau ﷺ, tuturnya.

Jumat, 19 Mei 2023

Halal Bihalal Bersama Habib Jamal Bin Toha Baagil

Habib Jamal bin Toha Ba'agil

Masjid Agung Al - A'la Kabupaten Gianyar bersama Panitia Hari Besar Islam (PHBI)  Kabupaten Gianyar menyelenggarakan acara Pengajian Akbar Halal Bihalal Umat Islam Kabupaten Gianyar pada Kamis 18 Mei 2023.

Bertempat di Masjid Agung Al-A'la Kabupaten Gianyar, Halal Bihalal dibuka oleh Ustadz Firman Ayani selaku MC dan pembacaan ayat suci Al Qur'an oleh Ustadz Mahram.

Sambutan oleh Dr. I Ketut Mudana,SH,MBA

Sambutan Bupati Gianyar yang dalam hal ini disampaikan oleh Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dr. I Ketut Mudana,SH,MBA. Atas nama Pemerintah Kabupaten Gianyar menyampaikan rasa terima kasih kepada umat muslim yang ada di Gianyar yang telah turut membantu membangun Gianyar, ujarnya.

Dilanjutkan dengan tausiyah oleh Habib Jamal bin Thoha Baagil. Beliau menyampaikan bahwa tujuan Halal Bihalal adalah saling memberi maaf. Ketika di bulan Ramadhan itu kita banyak ibadah kepada Allah, mulai dari tadarus Al-Qur'an, Zakat, Shodaqoh dan Sholat Tarawih baik yang 20 maupun yang 8.

Diramaikan para Muslimah


Maka di bulan Syawal kita memperbaiki hubungan antar manusia dengan saling memaafkan. Karena ada riwayat sahabat Al-Qomah yang saat sakaratul-maut kesulitan mengucapkan kalimat Laa-ilaha-ill-Allah karena ia lebih memilih istrinya daripada ibunya.

kejadian salah seorang sahabat melapor kepada Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW menyuruh seorang sahabat menjemput ibu Al-Qamah. Kepada ibunya, Rasulullah SAW bertanya, "apa tingkah Al-Qamah yang memberatkan dirinya ini?"

Dihadiri segenap tokoh Muslim Gianyar


Jika ada dosa terhadap ibu sendiri, kata Rasulullah, maka perlu segera dimaafkan. Ibunya menyebutkan, bahwa anaknya orang baik dan taat pada Allah SWT. Namun setelah ia berumah tangga perhatiannya kepada ibunya berkurang, maka dari itu saya tidak memaafkannya," ujar ibu Al-Qamah.

Kemudian setelah dibujuk akhirnya ibu Al-Qomah ridho untuk memaafkan anaknya. Sehingga Al-Qamah dengan mudah mengucapkan Laa-ilaha-ill-Allah lalu kemudian meninggal, ungkap ulama asal Malang, Jawa Timur ini.


Acara ini juga dihadiri oleh jajaran Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, Kodim 1616/Gianyar, Polres Gianyar, Yonzipur 18/YKR,  Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gianyar, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Gianyar, Ketua Ormas - Ormas Islam dan Majelis Taklim yang ada di Kabupaten Gianyar, serta tokoh - tokoh lain seperti Habib Abdul Mutholib As-Segaf, Habib Mahdi Al-Maghroby.

Kamis, 04 Agustus 2022

Majelis Dzikir wa Maulidurrasul SAW Memperingati Tahun Baru Hijriyah 1444H

HOME STRUKTUR KEPENGURUSAN PROGRAM KERJA SEJARAH MASJID INFORMASI


Habib Sayyidi Baraqbah asal Yogyakarta

Dewan Kemakmuran Masjid Agung Al-A’la Kabupaten Gianyar bersama Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Gianyar dan PD Majelis Al Khidmah Kabupaten Gianyar menggelar acara Majelis Dzikir & Manaqib wa Maulidurrasul SAW, dalam rangka Peringatan Tahun Baru Islam 1444H.

Majlis Al Khidmah merupakan Majelis Dzikir yang dibentuk oleh Pondok Pesantren Al Fitroh, Kedinding, Surabaya. Ketika dipimpin oleh Almarhum K.H. Ahmad Asrori Al-Ishaqi yang merupakan Mursyid dari Thoriqoh Qodiriyyah wa Naqshabandiyah. Dan dzuriyyah dari Syaikh Maulana Ishaq atau yang dikenal sebagai salah seorang dari Wali Songo pada masa awal.

Bertempat di Masjid Agung Al-A’la Kabupaten Gianyar, kegiatan diawali dengan Sholat Maghrib berjamaah yang dipimpin oleh Ustadz Ali Fardi, Imam Tetap Masjid Agung Al-A’la Kabupaten Gianyar. Dan pembacaan Istighotsah oleh H. Abdul Malik.


Setelah Sholat Isya berjamaah, acara dilanjutkan kembali dengan pembacaan Manaqib Syaikh Abdul Qadir Al-Jilany oleh Tim Pembaca. Dan Maulid Diba'iyyah oleh Tim Hadrah Al-Khidmah Bali

Ketua PD Al-Khidmah Gianyar, H. Ibnu Atho'illah,ST,MT, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah mendukung dan donasi. Dan juga keamanan dari TNI, Polri dan Banser.

Kemudian dilanjutkan dengan Mauidhoh Hasanah oleh Habib Sayyidi Baraqbah dari Yogyakarta. Majelis ini bukan lah untuk mengundang Allah, tapi dengan mengingat Allah, Allah akan mengingat kita.

Kita berkumpul ditempat ini untuk bersambung kepada Allah. Seperti HP yang butuh provider untuk menghubungi hp lainnya. Dan lampu yang membutuhkan listrik untuk menyala. Demikian pula hati, ungkapnya.


Jika tubuh perlu makan, maka hati butuh dzikir kepada Allah. Agar menyalurkan energi ke seluruh tubuh. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati

Tersambung ini bukan hanya kita yang ada disini. Sambungan yang kuat tak berhenti di Rasulullah SAW saja. Tapi kemudian para sahabat, para pengikutnya, dan sampai pada guru kita K.H. Ahmad Asrori bin Muhammad Utsman Al - Ishaqi

Coba kita liat, pada orang - orang yang tidak mengenal dzikir. Mulut diberi nikmat dengan makanan, mata dengan pemandangan, hidung dengan wewangian.  Tapi bukan hati mereka tidak. Dan ketika stres, lari ke narkoba, ke maksiat.

أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

"Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram"


Umpamanya ketika jari kita terkena sesuatu yang panas maka tubuh pun ikut bergerak, berjingkrak kaget dan menjauh. Dalam menikmati dzikir, mulut menyebut, hati mengingat, maka tubuh tidak akan bisa dikontrol untuk ikut berdzikir. Seperti mulut yang menikmati nikmatnya kopi, sampai kepala pun ikut geleng - geleng.

Apabila sudah merasakan nikmat dzikir kepada Allah, maka tidak ada batasnya. Tapi puncaknya ialah ketika nyawa meninggalkan tubuh dengan berdzikir. Ini merupakan cita-cita tiap muslim yang ada di dunia, tutupnya.

Acara ini juga dihadiri oleh Habib Abdul Mutholib bin Hasan Assegaf, Habib Saugi bin Yahya Al-Maghroby, Habib Abdul Qodir, Habib Abdul Aziz Al-Idrus, Habib Zahir Bafaqih, Ketua DPD MUI Kabupaten Gianyar, Komandan Yonzipur 18/YKR Gianyar.

Minggu, 21 Juli 2019

Tanda - Tanda Diterimanya Haji

HOME STRUKTUR KEPENGURUSAN PROGRAM KERJA SEJARAH MASJID INFORMASI

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاء وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ

Walimatus Safar Lil Hajj

Siapa yang berniat haji dengan benar maka akan bertambah keluhurannya dan kebaikannya. Demikianlah yang disampaikan oleh Habib Abdul Mutholib bin Hasan Assegaf pada acara Tasyakuran dan Doa Bersama, Walimatus Safar Lil Hajj, Ahad 21 Juli 2019.

Acara yang dilaksanakan di Masjid Agung Al-A'la Kabupaten Gianyar ini dimulai dengan Sholat Ashar berjamaah. Lalu dilanjutkan di lantai bawah dengan pembacaan Surat Yasin yang dipimpin Ustadz Ali Fardi. Dan Sholawat dibacakan oleh Ustadz M. Sofiuddin.

Kemudian sambutan dari perwakilan Calon Jamaah Haji yakni oleh H. Ibnu Atho'illah,ST,MT. Beliau menyampaikan rasa terima kasih dan mohon doa agar para calon jamaah haji senantiasa diberi kesehatan, serta menjadi haji mabrur dan selamat hingga kembali.



Acara Walimatus Safar seperti ini adalah ungkapan kami berbagi kebahagiaan. Sebuah kebahagiaan karna nanti kita dapat hadir di tempat-Nya (Makkah). Serta kita dapat menyampaikan salam secara langsung di makam Rasulullah SAW, tambahnya.

Dilanjutkan dengan Tausiyah oleh Habib Abdul Mutholib bin Hasan Assegaf. Para jamaah haji dan umroh adalah tamu - tamu Allah SWT. Siapa yang berniat haji dengan benar maka akan bertambah keluhurannya dan kebaikannya, ujarnya.

Maka tanda - tanda dari seseorang yang diterima hajinya yaitu ketika seseorang pulang dari haji, yakni memberi makan orang miskin yang ada di sekitarnya dan karakternya menjadi lemah lembut, tambahnya.  




Apapun profesi kita, jangan pernah putus asa tidak akan bisa berangkat haji. Karena bukan hanya dalam perkara haji saja, pada saat Adzan kita hadir ke masjid karena takdir dari Allah SWT. Walaupun rumahnya bersebelahan dengan masjid. Belum tentu kita dapat hadir.

Berbagai cara Allah SWT takdirkan untuk menjadi tamu-Nya. Pernah ada seorang pedagang tas kresek. Yang karena istiqomah Sholat lima waktu, ada seseorang yang mampu membiayai haji hingga biaya lainnya.

Kita harus berkeyakinan suatu saat kita akan dilepas (berangkat haji) seperti ini. Momentum ini bukan hanya ingin mengantar saja, namun dari doa semua jamaah menjadikan jalan bagi kita untuk dapat pergi haji kelak. Tutup ulama asal Klungkung ini.  




Ka. Sie. PHU Kantor Kemenag Gianyar, H. Rachmat Sidik.S.Pd.I. mengungkapkan bahwa, kegiatan ini merupakan tasyakuran gabungan yang dibuat oleh calon jamaah haji. Namun dalam keberangkatan, calon jamaah haji di Gianyar ini akan terbagi dalam dua kloter. Yakni kloter 61 dan kloter 84.

Calon haji yang menggelar acara ini antara lain: Ibnu Atho'illah, Rian Rizky Elviana, Dintoro, Toni Susanto, Dedek Arimbawa, Sang Ayu Ketut Tantri, Kokom Komariyah, Nur Hikmah, Tutik Baktiningsih, Desi Arianti, Setya Utaminingsih, Retno Siti Wuryani dan Sri Wulan.

Acara ini berakhir pada pukul 18.00 dengan bersalam - salaman. Dan dihadiri oleh Ketua DPD MUI Kabupaten Gianyar, Ustadz Muhammad Hasyim Asy'ari. Sie Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Gianyar, H. M. Choirun. Komandan Distrik Militer (Kodim) 1616 Gianyar, Letkol (Kav) Asep Noer Rokhmat. Komandan Yonzipur 18 / YKR, Letkol (CZI) Parlindungan Simanjuntak. 

Demikian yang dapat kami sajikan, mudah-mudahan apa yang termuat pada web-blog ini dapat menjadikan Masjid Agung Al-'Ala Kab. Gianyar semakin maju dalam memakmurkan Masjid dan membina umat. Aamiin..

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه


Jumat, 28 Juni 2019

Pemaaf Adalah Karakter Penghuni Surga

HOME STRUKTUR KEPENGURUSAN PROGRAM KERJA SEJARAH MASJID INFORMASI

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاء وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ



Halal Bihalal ini diselenggarakan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Gianyar dan bertempat di Masjid Agung Al - A'la Kabupaten Gianyar. Dengan tema Halal Bihalal Sebagai Wahana Silaturahmi Untuk Mempererat Ukhuwah Rangkaian kegiatan diawali dengan Sholat Maghrib berjamaah dan dilanjutkan dengan pembacaan Istighotsah. 

Pembacaan Istighotsah dipimpin oleh Imam Tetap Masjid, Ustadz Muhammad Ali Fardi dan Bapak Yudi Guntara. Selepas Sholat Isyarat berjamaah, para jemaah turun ke lantai bawah untuk mengikuti acara inti Halal Bihalal. Diawali dengan sambutan Ketua PHBI Kabupaten Gianyar, H. M. Sumadi Arifin. 

Beliau menyampaikan permohonan maaf apabila selama ini ada hal - hal yang kurang berkenan. Serta ucapan terima kasih kepada segenap pihak yang telah banyak memberikan sumbangsihnya untuk kesuksean acara ini.

Ketua PHBI Kab Gianyar H. M. Sumadi Arifin

Istilah Halal Bihalal tidaklah asing di telinga orang Indonesia. Demikian sambutan Ketua Tanfidz Masjid Agung Al - A'la Kabupaten Gianyar, Ustadz Agus Arianto. Menjadi acara rutin tak hanya di Bali tapi sebagian besar wilayah Indonesia dilaksanakan Halal Bihalal.

Pada tahun 1948, indonesia disintegrasi bangsa dimana elit politik saling mengaku paling benar dan tidak mau duduk bersama sedangkan saat itu diwarnai pemberontakan. Presiden Soekarno saat itu memanggil KH Wahab Hasbullah. Dengan tujuan untuk meminta saran untuk mengatasi situasi politik yang tidak akur. Karena merasa paling baik dan paling benar.

Sehingga memperbaiki itu semua perlu dihalalkan dan jadilah konsep Halal Bihalal. Sekalipun esensinya adalah silaturahmi setiap Idul Fitri. Sehingga pada jaman ini juga dikenal istilah open house.

Habib Mahdi menyampaikam tausiyah

Hal ini ditegaskan kembali oleh Habib Mahdi bin Yahya Al Maghrobi dari Klungkung dalam tausiyahnya sebagai acara inti Halal Bihalal. Halal Bihalal ialah satu istilah yang hanya ada di Indonesia. Sebagai implementasi  dari hubungan - hubungan yang harmonis antara Ulama dan Umaro.

Keharmonisan Presiden Soekarno dengan KH Wahab yang membuat suatu istilah tersebut. Dari sesuatu yang di anggap haram, seperti dendam, permusuhan dll, kita halalkan dengan bermaaf maafan.

Kemudian mengutip Al Quran Surat Al Hujurot ayat 10. 
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

Ada yang bangsanya berbeda, bahasanya beda, bahkan mazhabnya juga bisa berbeda, maka al Mukminunal ikhwan.

Jajaran Pengurus DKM bersama Habib Mahdi dan Habib Tholib

Hari ini kita berkumpul untuk maaf memaafkan. Sebab memaafkan orang lain adalah sesuatu yang agung menurut  Allah SWT. Dikisahkan bahwa dalam suatu majelis Rasulullah SAW bersabda bahwa akan datang seorang penguhi surga.

Hingga ada seseorang sahabat yang penasaran hingga menginap di rumah sahabat yang disebutkan Rasulullah SAW tersebut. Padahal selama menginap, amalan yang dilakukannya sama dengan amalan - amalan para sahabat lainnya. Dan hingga akhirnya diketahui bahwa orang tersebut tidaklah ia naik keatas tempat tidur melainkan dengan telah ia maafkan seluruh ummat muslim yang pernah salah padanya, tambahnya.

Acara yang berakhir pada pukul 21.30 dengan di tutup doa yamg di pimpin Habib Andul Mutholib bin Hasan Assegaf. Acara ini juga dihadiri oleh Ketua DPD MUI Kabupaten Gianyar, Ustadz Muhammad Hasyim Asy'ari. Ketua LPTQ Kabupaten Gianyar, Drs. Lalu Ucin,Amd.Gizi. Komandan Distrik Militer (Kodim) 1616 Gianyar, Letkol (Kav) Asep Noer Rahmat. Komandan Yonzipur 18 / YKR, Letkol (CZI) Parlindungan Simanjuntak.
..
Demikian yang dapat kami sajikan, mudah-mudahan apa yang termuat pada web-blog ini dapat menjadikan Masjid Agung Al-'Ala Kab. Gianyar semakin maju dalam memakmurkan Masjid dan membina umat. Aamiin..

Selasa, 21 Mei 2019

Syafaat Quran Saat Kiamat

STRUKTUR KEPENGURUSANPROGRAM KERJASEJARAH MASJIDINFORMASI

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاء وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ

Tausiyah dari Habib Abdul Muthollib Assegaf 
Besar kecilnya pahala yang kita terima bergantung besar kecilnya ibadah yang kita lakukan. Sebagai manusia kita di tuntut ikhlas dalam beribadah. Demikian permbukaan mau’idhoh hasanah oleh Al Habib Abdul Muthollib Assegaf dalam rangkaian acara Khotmil Qur’an di Masjid Agung Al - A’la Kabupaten Gianyar.

Beliau mengisahkan ketika menyaksikan perhelatan lomba burung. Kemudian dihampirinya salah satu teman yang mengikuti lomba burung tersebut. Dari teman tersebut  saya mendapat informasi bagaimana cara memperlakukan burung jenis ini dan jenis itu. Dari cara memberikan makanan dan bagaimana cara  memperlakukan seekor burung tersebut. Hingga mereka menjadi terhibur dengan kicauannya, ungkapnya.

Pelaksanaan Khotmil Quran merayakan Nuzulul Quran
Ulama asal Klungkung ini menambahkan, pada sahabat yang lain yang hobi memelihara kucing jenis  anggora juga demikian. Baik dari makanan yang diberikan maupun cara memandikan yang berbeda dari kucing - kucing biasanya.

Dari contoh diatas, maka hikmahnya ialah Allah yang menciptakan manusia berbeda – beda. Masing – masing memiliki kebutuhannya masing – masing. Seperti ketika orang indonesia diberi sekresek roti, maka tidak akan kenyang sebelum mendapatkan nasi. Namun hal berbeda kita temukan jika ada orang Yaman yang jika kita beri roti dan susu saja itu sudah termasuk makan, tambahnya.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allâh ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allâh Maha mengetahui lagi Maha Mengenal [al-Hujurât/49:13]

Khotmil Qur'an dipimpin Habib Muhammad Assegaf

Manusia diciptakan bermacam - macam dan bersuku - suku untuk li taaruf atau saling mengenal. Demikianlah Allah memberi ilham kepada kita bagaimana kita memperlakukan hewan - hewan khusus itu dengan cara yang berbeda. Namun yang paling baik ialah yang paling bertaqwa diantara kamu sekalian. Ramadhan menjadikan kita sebagai orang yang dari beriman menjadi bertaqwa. Seperti itulah Al Quran menjadi petunjuk bagi manusia.

Jika diibaratkan, daun dan buah yang jatuh tidak harus menunggu ranum. Demikian juga manusia, yang akan dapat meninggal tanpa harus tua telebih dahulu. Ada pula yang sakit hingga tinggal tulang dan kulit saja masih diberi kehidupan. Maka kita siapkan bekal kita sebaik – baiknya salah satunya dengan menyibukkan diri membaca Al Qur’an. Karena Al Qur’an adalah petunjuk di dunia, dan bacaan Qur’an kelak menjadi syafa'at bagi kita di hari kiamat nanti.

Megibung atau makan bersama

Terlebih lagi setiap Nuzulul Qur’an, Majelis Nurul Musthofa dan Masjid Agung Al – A’la Kabupaten Gianyar selalu bekerja sama dalam mengadakan kegiatan Khotmil Qur’an Bersama. Jadi bagi anda yang memiliki waktu hadirilah majelis – majelis Qur’an. Seperti dalam riwayat Imam Hanbal bahwa para Malaikat ikut mengaminkan doa kita saat Khotmil Qur’an.

Kemudian dilanjutkan dengan Sholat Tarawih dan Sholat Witir Berjama’ah yang dipimpin Habib Abdul Muthollib Assegaf. Lalu kegiatan Khotmil Qur’an dengan sistem satu orang satu juz dipimpin oleh Habib Muhammad Assegaf. Dan terakhir kegiatan dirutup dengan MEGIBUNG atau makan bersama dengan satu nampan untuk empat orang.

Demikian yang dapat kami sajikan, mudah-mudahan apa yang termuat pada web-blog ini dapat menjadikan Masjid Agung Al-'Ala Kab. Gianyar semakin maju dalam memakmurkan Masjid dan membina umat. Aamiin..

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه


Senin, 04 Maret 2019

Tausiyah Habib Aidid dari Yaman

HOME STRUKTUR KEPENGURUSAN PROGRAM KERJA SEJARAH MASJID INFORMASI

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءوَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ



Alhamdulillah, masjid kita tercinta kedatangan Al Habib Ahmad Husein Aidid dan Al Habib Muhammad Aidid. Kedatangan para 'ulama - 'ulama dari Tarim, Yaman ini dirangkai dengan kegiatan Sholat Maghrib berjamaah, dan pembacaan Rotibul Haddad. Dipimpin Habib Tholib Assegaf pembacaan Rotib dimulai dengan penjelasan tentang Rotibul Haddad yang merukapan rangkuman atau rekap doa - doa yang mustajab dari Rasulullah SAW. 

Kemudian dilanjutkan sedikit tausiyah oleh Al Habib Muhammad Aidid. Beberapa poin yang disampaikan adalah bahwa Allah SWT telah mengumpulkan kita pada waktu yang paling afdhol yaitu antara Maghrib sampai isya. Adapun pada Bani Alawi di Hadramaut, Yaman itu menghidupkan waktu yang mulia itu dengan Quran dan Rotibul Haddad bukan dengan di pasar atau bermain bersama kelurga. Dan saat pertama sampai ke Masjid Agung Al Ala Gianyar, beliau merasa senang karena di lantai bawah ada halaqoh taklim dan pembelajaran bagi anak - anak antara Maghrib sampai Isya. Hal yang sama juga terjadi di kalangan wanita di Tarim Yaman.



Dan kepada para orang tua agar menanamkan di batin anak - anak kita, bagaimana memuliakan waktu antara maghrib dan isya. Sebab jika meninggalkan perkara ini maka ketika besar, si anak akan susah untuk dididik. Dan tentu akan juga terjadi perselisihan nantinya.

Kemudian dilanjutkan dengan Sholat Isya berjama'ah. Yang dipimpin oleh Al Habib Ahmad Husein Aidid.

Dalam tausiyahnya, Al Habib Ahmad Husein Aidid menyampaikan yang pertama ialah, bahwa kita perlu menyadari berada pada kenikmatan, yaitu islam. Dan didalam Islam kita saksikan Allah adalah  tunggal dalam keesaan-Nya. Dan tidak ada sekutu bagi-Nya dan inilah syariat bagi islam. Dan apabila dalam aqidahnya ada yang selain Allah. Dan ia mati dalam keadaan kufur dan akan mendapat siksa.

Bahwasanya hidayah itu datangnya dari Allah SWT. Seandainya seluruh makhluk berkumpul untuk memberi hidayah maka mereka tak akan mampu melakukannya. Tapi seandainya Allah SWT yang menginginkan hidayah, maka Allah SWT akan memberinya cahaya dan kemuliaan. Dan hidayah yang paling agung ialah saat ada orang yang  mulia di mata Allah SWT menjadi penyebab hidayah bagi orang lain. Dari yang kufur menjadi beriman. Yang bermaksiat menjadi taubat. Bahkan Rasulullah SAW  tak enak tidur makan karena menginginkan kafir Qurais merasakan cahaya hidayah .



Ketika perang haibar di dekat madinah dimana Haibar memiliki benteng yang kokoh. Dan saat itu kaum muslimin mampu menembis tiap benteng kecuali satu benteng.  Berhari – hari pun tetap tidak sanggup. Lalu Rasulullah SAW akan memberi bendera kepada seorang laki - laki  yang akan membawa kemenangan keesokan harinya. Namun Rasulullah SAW tak menyebut siapa yang di maksud. Hingga membuat para sahabat tidak tidur nyenyak. Sayyidina Umar RA mmenanyakan seperti apa orang tersebut, karena dikatakan akan menjadi orang yang dicintai Allah SWT.

Dan keesokan harinya setelah Sholat Shubuh Rasulullah SAW menunjuk Sayyidina Ali bin Abi Tholib RA yang sedang sakit mata. Lalu Nabi meludah di tanyan kanan dan kiri dan si usapkan pada Sayyidina Ali hingga sembuh seketika. 

Kemudian Sayyidina Ali RA berangkat dengan syarat tanpa menoleh kebelakang. Namun di tengah perjalanan Sayyidina Ali RA bertanya tanpa menoleh, “Kepada apa aku mengajak mereka?”. Rasulullah SAW menjawab kepada Lailahailallah Muhammadrasulullah. Dan untuk saat ini barang siapa memberi hidayah bagi orang lain maka akan dapat pahala yang sama dengan Sayyidina Ali RA.

Islam di Indonesia masuk dengan cara hikmah. Sehingga Indonesia menjadi negara muslim terbesar di dunia. Yaitu disebabkan dalam penyebarannya dilakukan dengan hati yang suci, dengan rahmat dan ahlak serta metode yang baik. Lalu ketika masyarakat Indonesia menerima dengan baik dari Aceh, Ambom dan seluruh wilayah Indonesia dapat tersebar dengan baik. Tidak seperti di negata lain yang tersebar melalui peperangan.  Padahal Islam dapat  berkembang di dunia dikarenakan ahlak yang mulia.

Lalu bagaimana konteks dengan jihad? Untuk siapa jihad tersebut? Kemudian Beliau melanjutkan, jihad pada masa Rasulullah SAW yaitu untuk orang yang kufar yang memusuhi Islam. Dimana mereka adalah pemimpin yang dholim dan memiliki radikalisme. Seperti kafir qurais yang ingin memadamkan cahaya islam. Bukan kepada setiap non muslim. 



Apresiasi juga Beliau berikan kepada kepada Bapak Kapolres Gianyar atas pengarahannya kepada kaum Muslimin untuk menjaga kemanan dan menjadi contoh di masyarakat dalam ketertiban dan mematuhi hukum. Dan seyogianya pula muslim di Gianyar pada khususnya, menjadi teladan di lingkungan dengan menjaga Sunnah Rasulullah SAW.
Dimana kemakmiran juga dari sisi maknawi dengan sholat berjamaah. Lima waktu berjamaah. Dan memakmukan majelis taklim. Dan di masyarakat kita pada khususnya, kita bersyukur dengan munculnya Majelis Taklim dari santri - santri (anak dan usia dini) sehigga mengenal islam dengan baik melalui jalan Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Sebarkanlah kebaikan  semampu kita. Yang kaya dengan harta, yang alim dengan ilmu, yang sholeh dengan doanya dan yang tidak mampu dengan tenaganya.

Terakhir, diwasiatkan kepada kita yang pertama, agar berdoa setelah Shubuh dan Maghrib. Diantaranya, 
اَللّهُمَّ اَجِرْنَا مِنَ النَّار 
Allahuma ajirna minan naar (7x)

لاَاِلٰهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهْ لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ اْلحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ 
La ilaha Illallah wahdahu laa Syarikalah, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa yumit wa huwa ‘ala kulli syaiin Qodir (10x)

 سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ ِللهِ، وَلاَ اِلٰهَ إِلاَّ الله ُ، وَالله ُأَكْبَرُ 
Subhanallah, Walhamdulillah, wa Laa ilaha Illallah, Wallahu akbar
Maha suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah Tuhan Yang Maha Besar. (10X)
Ditambahkan pula, Rasulullah SAW bersabda, Jangankan sepuluh kali, satu saja lebih Aku sukai daripada apa yang ada di muka bumi.
Kedua jangan lupa membaca Al-Qur’an. Jika tak mampu baca, dengarkan dengan mp3. Walaupun kita tidak mengerti arti (dalam ayat Al-Qur’an), tetap mendapat pahala.

Video lengkap


Demikian yang dapat kami sajikan, mudah-mudahan apa yang termuat pada web-blog ini dapat menjadikan Masjid Agung Al-'Ala Kab. Gianyar semakin maju dalam memakmurkan Masjid dan membina umat. Aamiin..

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه