Tampilkan postingan dengan label Masjid Gianyar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masjid Gianyar. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Mei 2025

K.H. Das'ad Latif : Jaga Persatuan Jangan Bercerai Berai


Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Gianyar bersama Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Agung Al-A'la Kabupaten Gianyar menyelenggarakan Tabligh Akbar bersama Dr. K.H. Das'ad Latif,S.Sos,S.Ag,Ph.D dari Sulawesi.

Acara dimulai dengan Sholat Isya berjamaah dan dilanjutkan dengan pembacaan Maulid yang dipimpin oleh Ustadz Agus Arianto yang juga Ketua Umum Dewan Kemakmuran Masjid Agung Al-A'la Kabupaten Gianyar.



Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Dwinda F. Sukma, Pembacaan sari tilawah bahasa Bali oleh Eka Okta Purnamasari dan bahasa Indonesia oleh Firda Dwi M.

Ustadz Agus Arianto selaku Ketua DKM menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan takdir Allah mudah-mudahan kehadiran beliau menjadikan kita semua menjadi orang-orang yang beriman dan semakin bertaqwa kepada Allah dan mudah-mudahan ilmu yang disampaikan Memberikan manfaat. Dan Terima kasih spesial kami haturkan kepada bapak Kapolres Gianyar atas segala support yang telah diberikan.



Dilanjutkan dengan tausiyah oleh Dr. K.H. Das'ad Latif,S.Sos,S.Ag,M.Si,Ph.D., beliau menyampaikan pentingnya rasa persatuan khususnya di Gianyar, Bali. Ummat Muslim di Gianyar bisa berkembang dan makmur seperti sekarang karena warga lokal mau menerima kita. Maka dari itu janganlah kita bercerai berai.

وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ ۚ وَٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِۦٓ إِخْوَٰنًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ ٱلنَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ لَكُمْ ءَايَٰتِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Artinya: Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. [Qur'an Surat Al-'Imran : 102]

Apapun Mazhab-nya, Qunut dan tidak Qunut, tangan saat Takbiratul Ihram-nya beda, bersedekapnya beda janganlah diungkit - ungkit karena semua memiliki dalil yang shohih, tambahnya.


Acara ini juga dihadiri oleh Kapolres Gianyar, AKBP. Umar, Dandim 1616 Gianyar, Letkol Cpn. I Gede Winarsa, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Gianyar, Ir. I Dewa Gede Putra Amarta, M.Si. , Dari Kemenag Gianyar turut hadir Kasi. Bimas Islam , H. Ma'arif,S.Ag, Kasi PHU, Dr. H. Masruhan,S.Ag,M.Si, KUA Sukawati, H. Akhmad Adiwijaya K.P. BAZNAS Gianyar, Kepala Kejari Gianyar, Agus Wirawan Eko Saputro.

Jumat, 29 September 2023

3 Cara Ikhlas Menerima Takdir Allah SWT


*Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh*

3 Cara Ikhlas Menerima Takdir Allah SWT

Dalam keadaan apapun, baik suka maupun duka, harus menerima takdir. Sebab, takdir merupakan kehendak dari Allah SWT yang tidak dapat diubah. Terkadang, Allah SWT sengaja menunda kesuksesan manusia untuk mengukur derajat keikhlasan hamba-Nya. Sebab, sikap ikhlas dalam menerima takdir Allah SWT akan membuat seseorang selalu berprasangka baik kepada-Nya. Salah satu cara terbaik untuk meyakini takdir Allah SWT adalah dengan ikhlas menerimanya. Sebab, Allah SWT mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Berikut cara ikhlas menerima takdir Allah SWT yang dikutip dari buku 10 Principles of Perfect Muslimah oleh Tina Manroe. 

1. Yakin dan ridha
Umat Muslim harus meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT mempunyai rencana terindah dan terbaik bagi hamba-Nya. 
“Sesungguhnya Allah SWT apabila mencintai sebuah kaum, maka Dia mengujinya. Barangsiapa yang ridha maka dia mendapatkan keridhaan dan barangsiapa yang benci maka dia hanya akan mendapatkan kebencian.” (HR. Tirmidzi)

2. Berpikir positif
Berpikir positif menjadi salah satu cara untuk menerima takdir dengan ikhlas karena dapat memberikan ketenangan hati. 
“Janganlah engkau berkata seandainya aku berbuat begini tentu begini dan begitu tentu akan seperti ini dan seperti itu.” (HR. Muslim)

3. Selalu memohon pertolongan kepada Allah SWT
Takdir merupakan bagian dari kekuasaan Allah SWT. Dalam menghadapinya, umat Muslim wajib memohon pertolongan kepada-Nya untuk mengambil keputusan terbaik.
“Bersemangatlah untuk memperoleh apa yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah dan jangan sekali kali kamu merasa tidak berdaya.” (HR. Abu Hurairah)

Follow: IG, FB, YB: @gemma_gianyar

*Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh*

Panulis & Desain : Iqbal Dwi P

Selasa, 01 Agustus 2023

Majelis Ilmu Sebagai Pusaka Akhir Zaman

Kita hidup di akhir zaman yang mana perkembangan teknologi, peradaban bahkan kemaksiatan sudah mentok. Demikianlah yang disampaikan ketua dmi Kabupaten Gianyar H. Ibnu Atho'illah,ST,MT, dalam muqadimah Majelis Taklim Sunnatur Rasul ﷺ Gianyar. Senin 31 Juli 2023. Di Masjid Agung Al - A'la Kabupaten Gianyar.

Beliau juga berpesan agar majelis-majelis Taklim seperti ini kita dapat memperoleh ilmu yang dapat kita jadikan pegangan atau pusaka menghadapi akhir zaman ini. Karena apa yang kita lakukan di dunia akan kita pertanggungjawabkan kelak di akhirat nanti, tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Habib Abdul Muthalib Bin Hasan As-Segaf dalam tausiyah sesi pertama. Di zaman yang sudah mentok ini, Alhamdulillah, Allah ﷻ memberikan hidayah dengan menunjukkan jalan menuju rumah-Nya. Dengan dzikir, mendengarkan tausiyah dan mengkaji ilmu yang Allah ﷻ turunkan melalui Rasulullah ﷺ. Semoga dengan keberadaan kita di tempat ini menjadi wasilah bagi kita semuanya untuk menjadi orang-orang yang lebih baik dan terus lebih baik.

Dan saat ini kita telah berada di bulan Muharram. Yang mana umat Muslim merayakan tahun baru Hijriyah. Namun perlu kita ketahui peristiwa apa yang melatar belakangi adanya tahun Hijriyah. Yakni kepindahan Rasulullahﷺ bersama para sahabat, ujarnya.



Dan perlu kita pahami di sini ialah ketika hijrah, Rasulullah ﷺ justru menyuruh para sahabat untuk hijrah terlebih dahulu. Dan Rasulullah ﷺ tidak mau egois dalam hal ini, sehingga Rasulullah ﷺ merupakan tokoh yang tepat untuk kita jadikan panutan. Bahkan sebelum kenabian masyarakat Quraisy selalu mempercayakan atau meminta pertimbangan segala sesuatunya kepada Rasulullah ﷺ sehingga beliau diberi julukan Al Amin atau orang yang terpercaya, tutupnya.

Tausiah Sisi kedua kemudian disampaikan oleh Habib Mahdi bin Yahya Al - Maghrobi. Murid dari Habib Umar Al Hafiz ini menyampaikan tentang masa muda Rasulullah ﷺ. Nabi ﷺ lebih suka sendiri dan tafakur. dan Dalam Hadis disebutkan,

يَعْجَبُ رَبُّكَ مِنْ شَابٍّ لَيْسَتْ لَهُ صَبْوَةٌ

Rabbmu kagum dengan pemuda yang tidak memiliki shobwah [HR. Ahmad]

Shobwah adalah kecondongan untuk menyimpang dari kebenaran. Dikatakan juga bahwa ada 7 golongan yang mendapat naungan dari Arsy Allah ﷻ. Salah satunya ialah anak muda yang hatinya terpaut dengan masjid. Maka pada malam hari ini kita berada di rumah Allah ﷻ dan kita niat iktikaf. Dengan iktikaf juga sebagai momentum atau ajang kita taqarrub kita kepada Allah. Di sinilah kita memperbaiki hubungan kita dengan Allah ﷻ.

Selasa, 18 Juli 2023

Doa Akhir Tahun 1444 H dan Doa Awal Tahun 1445 H

HOMESTRUKTUR KEPENGURUSANPROGRAM KERJASEJARAH MASJIDINFORMASI

Pembacaan Doa Awal Tahun


Kegiatan Doa Bersama Akhir Tahun Hijriyah 1444 H dilaksanakan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Gianyar di Masjid Agung Al - A'la Kabupaten Gianyar setelah Sholat Ashar dan dipimpin oleh Ustadz Alif Ardi dan diikuti oleh 41 jama'ah.

Doa Bersama Awal Tahun 1445 H dilaksanakan setelah rangkaian Sholat Maghrib berjamaah dengan sambutan Mustasyar Masjid, Ustadz M. Hasyim Asy'ari, Tawassul oleh Ustadz Agus Arianto, Istighotsah oleh Ustadz Ali Fardi, dan Doa dipimpin Ustadz H. Ibnu Atho'illah,ST,MT.



Bacaan Doa Akhir Tahun Baru Islam 1444 H:

اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

Bacaan latin:

"Allahumma ma 'amiltu min 'amalin fi hadzihis sanati ma nahaitani 'anhu, wa lam atub minhu, wa halumta fiha 'alayya bifadhlika ba'da qudratika 'ala 'uqubati, wa da'awtani ilat taubah min ba'di jara'ati 'ala ma'shiyatika. Fa inni astaghfiruka, faghfirli wa ma 'amiltu fiha mimma tardha, wa wa'attani 'alaihi ath-thawaba, fa as'aluka an taqabbala minni wa la taqtha' raja'i minka ya Karim"

Artinya:

"Ya Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini termasuk yang Engkau larang sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Engkau maklumi karena kemurahanMu sementara Engkau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Engkau perintahkan untuk tobat sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakaiMu. Karenanya aku memohon ampun kepadaMu, ampunilah aku. Ya Tuhanku, aku berharap Engkau menerima perbuatanku yang Engkau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahalaMu. Janganlah pupuskan harapanku, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah."



Bacaan Doa Awal Tahun Baru Islam 1445 H/2023:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِه، وَالعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

Arab latin:

"Allahumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa 'ala fadhlikal 'azhimi wa karimi judikal mu'awwal. Hadza 'amun jadidun qad aqbal. As'alukal 'ishmata fihi minas syaithani wa auliya'ih, wal 'auna 'ala hadzihin nafsil ammarati bis su'i, wal isytighala bima yuqarribuni ilaika zulfa, ya dzal jalali wal ikram."

Artinya:

"Ya Tuhanku, Engkau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karuniaMu yang besar dan kemurahanMu yang mulia, Engkau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepadaMu dari bujukan iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolonganMu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. KepadaMu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmatMu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan."



Rabu, 28 Juni 2023

TPQ MADIN Al - A'la Gianyar Rebut Kembali Juara Umum


Generasi Muda Masjid Agung Al-A'la (GEMMA) Gianyar menggelar Lomba Takbir dan Da'i Cilik dalam rangka menyambut hari raya Idul Adha 1444H. Pada 28 Juni 2023 di Masjid Agung Al - A'la Kabupaten Gianyar.

Dan kali ini, TPQ MADIN Al - A'la Gianyar kembali merebut trofi Juara Umum setelah beberapa periode sebelumnya, sempat direbut peserta lain. Dengan perolehan nilai 1562.

TPQ Al-A'la Gianyar saat lomba takbir

Kepala MADIN Al - A'la, Ustadz H. Miftahul Huda, menyampaikan rasa terima kasih kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) atas segala support-nya kepada kami. Dan hal ini akan kami jadikan motivasi untuk kedepannya agar lebih giat lagi dalam prestasi.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala TPQ Al-A'la Gianyar, Ustadzah Arif Siti Musrifah,S.Pd. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada segenap dewan guru atas kerjasama dan kinerja yang luar biasa. Serta bantuan dari para wali santri.

Penilaian oleh Juri Da'i Cilik

Dan terima kasih untuk GEMMA  yang sudah mengadakan event yang luar biasa ini. Mudah - mudahan kedepannya akan lebih baik lagi. Dan kita juga bisa mempertahankan apa yang sudah kita dapatkan, tutupnya. 

Selasa, 07 Maret 2023

Peringatan Malam Nisfu Sya'ban 1444 H


Dewan Kemakmuran Masjid Agung Al-A'la Kabupaten Gianyar bersama Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Gianyar menyelenggarakan Peringatan Malam Nisfu Sya'ban 1444 H. Selasa, 7 Maret 2023.

 Bertempat di lantai atas Masjid Agung Al-A'la Kabupaten Gianyar. Selepas sholat Maghrib berjamaah, acara dimulai dengan pembukaan oleh sambutan Ketua Tanfidz, Ustadz Agus Arianto.

Malam ini adalah malam yang penuh penuh dengan keberkahan. Malam Nisfu Sya'ban jatuh pada pertengahan bulan Sya'ban, ujarnya. Dan dilanjutkan dengan pembacaan surat Yasin pertama oleh H. Miftahul Huda dan doa Nisfu Sya'ban Ustadz M. Hasyim Asy'ari.

Surat Yasin kedua dibacakan oleh Ustadz Ali Fardi dan doa Nisfu Sya'ban kedua dibacakan oleh Ustadz H. Ibnu Atho'illah,ST.MT. Dan surat Yasin ketiga dibacakan oleh Ustadz M. Sofi. dan doa ketiga oleh H. Mussamil.

Surat tersebut dibaca bergantian dan diselingi doa. Acara yang dihadiri oleh sekitar 500 orang ini ditutup dengan sholat Isya berjamaah.



Senin, 20 Februari 2023

Perayaan Isra Miraj 1444H

Ketua PHBI Kabupaten Gianyar, Bapak M. Suyana

Dewan Kemakmuran Masjid Agung Al-A'la Kabupaten Gianyar bersama Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Gianyar menyelenggarakan Peringatan Hari Isra Miraj 1444 H. Sabtu, 18 Februari 2023.

Bertempat di lantai bawah Masjid Agung Al-A'la Kabupaten Gianyar. Selepas sholat Isya berjamaah, acara dimulai dengan pembukaan oleh Ustadz Firman Ayani dan Dzikir Basmalah.

Dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur'an oleh Ustadz Mahram dan sambutan Ketua PHBI Kabupaten Gianyar, Bapak Muhammad Suyana. Beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung.

Pria yang menggeluti usaha kuliner ini juga berharap dengan diadakannya acara ini kita dapat lebih mengenal Rasulullah SAW. Dan dapat menjalankan sunnah - sunnahnya. Hingga menjadi orang yang bertaqwa, ujarnya.

K.H. Anwar Adnan

Dilanjutkan dengan tausiah dari K.H. Anwar Adnan. Diawali dengan perkenalan diri dan pengalaman beliau selama berdakwah. Jika meminjam istilah Jamaah Tabligh, saya juga melakukan khuruj selama 12 tahun. Atau dakwah ke 270 Kabupaten kota di Indonesia.

Kemudian memaparkan proses pembentukan NU di negara Afghanistan. Yang mana saat itu masi dalam keadaan konflik. Dan akhirnya pengurus NU nya terdiri dari orang asli Afghanistan, tambahnya.

Dari banyak negara yg disinggahi beliau juga memaparkan peran strategis Infonesia. Kemudian pesan para murid dari Kyai Hasyim Asy'ari. Pokoknya sampeyan jaga Indonesia. Jangan sampai Indonesia pecah. Karena Indonesia itu solusi untuk seluruh krisis dunia nanti di akhir zaman, tutupnya.

Acara yang dihadiri oleh segenap lapisan masyarakat seperti NU, Muhammadiyah, LDII, BAZNAS, DMI ini ditutup oleh doa yang dipimpin oleh Dewan Syuro Masjid Agung Al-A'la Kabupaten Gianyar, Ustadz Ibnu Atho'illah,ST.MT.

Ketua Dewan Syuro, H. Ibnu Atho'illah,ST,MT memimpin doa

Live video :
https://fb.watch/iMxbqUXY8y/?mibextid=cr9u03

https://www.youtube.com/live/tsYnoXO709w?feature=share

Rabu, 01 Februari 2023

Majelis Iklil Istiqomah


Ketua PD Al-Khidmah Gianyar, H. Ibnu Atho'illah,ST.MT

Masjid Agung Al-A'la Kabupaten Gianyar bersama Pengurus Daerah Majelis Al-Khidmah Kabupaten Gianyar kembali mengadakan acara majelis iklil Istiqomah wa Maulidurrasul pada Selasa 31 Januari 2022.

Acara yang menjadi agenda rutin dua bulan sekali ini dimulai dengan Sholat Maghrib berjamaah. Dan dilanjutkan dengan membaca Iklil atau Istighosah dan surat Yasin oleh tim pembaca.


Selepas Sholat Isya berjamaah, acara dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Diba'iyyah oleh tim pembaca. Dan sambutan sekaligus tausiyah oleh Ketua PD Al-Khidmah Kabupaten Gianyar, H. Ibnu Atho'illah,ST,MT.

Beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang turut menyukseskan kegiatan ini. Terlebih Pengurus Daerah Badung dan Denpasar, serta Pengurus Wilayah yang turut hadir, ujarnya.



Acara yang dihadiri oleh 100-an jamaah ini berakhir pada pukul 21.30. Dan ditutup dengan Doa dan makan bersama atau megibung 1 nampan untuk 3 orang di lantai 1 masjid.

Kamis, 26 Mei 2022

Tahsinul Qur'an- Ghorib dan Musykilat

HOME STRUKTUR KEPENGURUSAN PROGRAM KERJA SEJARAH MASJID INFORMASI
H. Khoeron, M.Pd.I sebagai pemateri

Masjid Agung Al-A'la Kabupaten Gianyar kembali mengadakan kegiatan Tahsinul Qur'an pada Kamis 26 Mei 2022 dengan topik pembahasan "Ghorib dan Musykilat".

Kegiatan ini mengundang Guru TPQ MADIN yang ada di Kabupaten Gianyar dan masyarakat umum ini dimulai pada pukul 10.15 dengan mengambil tempat di Lantai 1 Masjid Agung Al - A'la Gianyar.



H. Khoeron selaku pemateri menyampaikan bahwa bacaan ghorib dapat diartikan sebagai bacaanMumpuni  yang asing. Asing di sini diartikan sebagai bacaan yang tidak sebagaimana biasanya. Jika tidak dipelajari secara baik, dikhawatirkan akan salah dalam membacanya.

Sebagai contoh pada surah Hud ayat 41. مَجْرَاهَا , huruf ra' pada kalimat majraaha dibaca Imalaah (salah satu jenis ghorib) yaitu membelokkan bunyi fathah ke bunyi kasrah sekedar 2/3 dan huruf ra’ dibaca tarqiq, sehingga dibaca menjadi majreeha



Ka. Si. Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar ini kemudian menyampaikan tentang Musykilat. Musykilat merupakan bacaan yang tidak lazim atau terdengar aneh karena terdapat perbedaan antara tulisan dengan cara membacanya.

Acara yang dihadiri oleh 79 peserta ini ditutup pada pukul 12.00 wita oleh Ketua Seksi Pendidikan, Pelatihan dan Kaderisasi Dewan Kemakmuran Masjid Agung Al-A'la Gianyar, H. Miftahul Huda.

Penulis : Fifin & @bento_jalan2

Senin, 04 April 2022

Kajian Fiqih Wanita, Haid Nifas Istihadhah

HOME STRUKTUR KEPENGURUSAN PROGRAM KERJA SEJARAH MASJID INFORMASI




Ustadzah Sri Wahyuni selaku pemateri

Haid atau menstruasi adalah darah yang keluar melalui kelamin perempuan yang sudah berusia minimal 9 tahun hijriyah kurang 16 hari kurang sedikit (8 tahun 11 bulan 14 hari lebih sedikit), dan keluar tidak disebabkan sakit atau melahirkan.

Demikianlah yang disampaikan Ustadzah Sri Wahyuni pada acara kajian Fiqih Wanita yang diselenggarakan oleh Seksi Pemberdayaan Perempuan dan Sosial, Dewan Kemakmuran Masjid Agung Al - A'la Kabupaten Gianyar, Jumat 1 April 2022.

Lalu terkait hukum mempelajari haid, wanita yg juga Ketua MT Ibu - Ibu Masjid Al-A'la Gianyar ini juga menyampaikan bahwa hukum mempelajari haid adalah Fardhu ‘ain bagi semua perempuan yang sudah baligh. Terkait seluruh permasalahan dalam bab haidh, nifas dan istihadhah.

Bahkan bagi suami yang tidak bisa mengajari sendiri istrinya tidak boleh melarang istrinya untuk keluar rumah dalam rangka mempelajari hukum-hukum haidh dan yang terkait. (I’anatut-Thalibin)

Dan bagi laki - laki, hukumnya Fardhu kifayah. Apabila ada yang memahami ilmu haidh, maka kewajiban yang lain sudah gugur. Berkaitan langsung dengan ibadah amaliah yang harus dilakukan.

Kegiatan yang diikuti dengan antusias oleh 80 orang peserta ini juga membahas tentang masa waktu haid dan masa suci setelah haid. Terlebih dalam melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Terkait masa haid paling sedikit adalah 24 jam, baik terus-menerus atau terputus-putus dalam masa 15 hari. Seandainya kapas atau sesamanya dimasukkan ke dalam kemaluan masih menampakkan bercak atau basahnya darah haid meskipun hanya berwarna keruh dan tidak sampai mengalir ke bagian luar vagina.

Dan jika tidak menampakkan bercak sedikitpun, maka berarti sudah putus dari darah. Apabila jumlah keluarnya darah diragukan apakah mencapai 24 jam atau tidak, maka terdapat 2 pendapat. Pertama menurut Imam Ibnu Hajar tidak dihukumi haidh, tetapi dihukumi istihadhah. Sedangkan menurut Imam Ramli dihukumi haidh.

Paling banyak masa haidh adalah 15 hari 15 malam tanpa disyaratkan darah keluar terus menerus. Namun ketika dijumlah mencapai 24 jam. Dan apabila ketika dijumlah tidak mencapai 24 jam maka tidak dihukumi haidh.

Selama darah keluar dalam batasan 15 hari 15 malam, maka warna dan sifat-sifat darah tidak menjadi pertimbangan dan tidak mempengaruhi, sehingga semua darah yang keluar dihukumi haid.


Termasuk berhukum haid adalah bersih disela-sela darah haid tersebut, demikian menurut pendapat yang kuat. Pendapat ini diberi nama dengan qaul sahbi. Sedangkan pendapat sebaliknya mengatakan bahwa bersih disela-sela darah haidh tidak berhukum haidh, pendapat ini diberi nama dengan qaul laqthi.

Jadi, menurut pendapat terakhir ini puasa dan sholat yang dilakukan pada waktu bersih di sela-sela keluarnya darah dihukumi sah.

Paling sedikitnya masa suci yang memisah antara satu darah haidh dengan darah haid lain adalah 15 hari 15 malam secara terus menerus. Sedangkan untuk maksimalnya tidak ada batasan tertentu.

Apabila masa suci yang memisah kurang dari 15 hari 15 malam. Maka terdapat empat perkara sebagai berikut:

Pertama, apabila masa keluarnya darah pertama, serta masa bersih yang memisah dan masa keluarnya darah kedua masih dalam rangkaian masa 15 hari terhitung dari masa permulaan keluarnya darah pertama, maka semuanya dihukumi haidh plus masa bersih yang menengah-nengahi.

Kedua, apabila masa keluarnya darah pertama ditambah masa bersih sudah mencapai 15 hari atau lebih, sedangkan masa darah kedua ditambah masa bersih sebelumnya genap 15 atau kurang, maka hukumnya adalah pertama dihukumi haidh. Kedua, darah kedua dihukumi darah istihadhoh/fasad.

Ketiga apabila masa keluarnya darah pertama ditambah masa bersih sudah mencapai 15 hari atau lebih, sedangkan masa darah kedua ditambah masa bersih sebelumnya lebih dari 15 hari, maka hukumnya adalah, Darah pertama dihukumi haid, bersih yang menengahi dihukumi suci, dan darah kedua yang menyempurnakan masa suci genap 15 hari dihukumi darah istihadhah/fasad.

sedangkan darah selebihnya dihukumi darah haid asalkan memenuhi syarat-syarat haid ( tidak kurang dari 24 jam dan tidak melebihi 15 hari). Jika sisa darah kedua melebihi 15 hari maka perempuan tersebut tergolong mustahadhah.

Keempat, jika keluarnya darah kedua masih dalam rangkaian 15 hari terhitung sejak keluarnya darah pertama dan keluarnya darah kedua melebihi dari 15 hari terhitung sejak keluarnya darah pertama, maka perempuan tersebut tergolong wanita yang mengalami istihadhah.

Redaksi : @bento_jalan2 

Foto : Nurul Hidayah

Minggu, 16 Februari 2020

Ngaji Medsos Untuk Kader Dakwah

HOME STRUKTUR KEPENGURUSAN PROGRAM KERJA SEJARAH MASJID INFORMASI


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءوَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ

Pemateri Kambali Zutas (tengah) dan Ahmad A. Yaqin (baju hitam)

Dewan Kemakmuran Masjid Agung Al-A'la Kabupaten Gianyar menyelenggarakan Pelatihan Jurnalistik. Pada  Ahad 16 Februari 2020, pukul 09.00 wita. Pelatihan bertema "NGAJI MEDSOS" ini dibuka oleh Ustadz Firman Ayani. 

Dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Dewan Tanfidz Masjid Agung Al-A'la Kabupaten Gianyar, Ustadz Agus Arianto. Kegiatan ini memang bukan kegiatan besar - besaran. Namun yang sedikit ini diharapkan menjadi kader jurnalis yang memberikan informasi yang benar.


Suasana pelatihan

Bisa dibilang tidak ada manfaatnya jika ilmu yang diberikan tidak dipraktekkan. Tapi dengan adanya kebiasaan belajar dan belajar sehingga menghasilkan berita yang lebih baik lagi.

Dakwah adalah kewajiban setiap manusia. Tak hanya Ustadz dan Kyai.  Dakwah adalah mengajak dan memberi informasi dengan hikmah dan mauidhoh Hasanah. Tidak cukup hanya melalui mimbar dan majelis. Tapi juga dengan medsos.

Sambutan Ketua DKM Agus Arianto (dua dari kanan) dan Ka. Si. Pelatihan Firman Ayani

Karena tidak semua orang datang ke masjid, ikut majelis Taklim. Jaman sekarang lebih banyak orang yang lebih suka memegang hp. Sehingga tulisan di internet  itu sangat berdampak dan baik buruk nya akan mendapat jariyahnya. 

Sederhananya ketika menulis hal yang melenceng dari agama. Maka jika ada yang melakukan apa yang kita tulis, dosa dari yang melakukan perbuatan tersebut juga akan kena kepada yang menulis, tutupnya.

Antusiasme peserta
Acara dilanjutkan dengan doa oleh Ketua Bidang Idaroh Drs. Lalu Ucin, Amd.Gizi. Memasuki acara inti, materi Dakwah Virtual di Era Digital dipaparkan oleh Kambali Zutas. Yang merupakan Wartawan dari Tribbun Bali. Dan materi Konten Kreator dipaparkan Ahmad Ainul Yaqin.

Ka.Si. Pelatihan DKM Masjid Agung Al-A'la Kabupaten Gianyar, Ustadz Firman Ayani menyampaikan bahwa kegiatan dirancang untuk 3 kali pertemuan dan berjenjang. Harapannya ada kontribusi positif dengan kegiatan pelatihan ini.


Minggu, 29 Desember 2019

Pelayanan Kesehatan Ummat

HOME STRUKTUR KEPENGURUSAN PROGRAM KERJA SEJARAH MASJID INFORMASI

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءوَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ


Pemberian Santunan dari Pendataan Jama'ah

Masjid Agung Al - A'la Kabupaten Gianyar bersama Badan Amil Zakat (Baznas) Kabupaten Gianyar mengadakan kegiatan Pelayanan Kesehatan Ummat. Kegiatan Khitan Massal, Santunan Fakir Miskin, Dhuafa dan Anak Yatim menjadi titik fokus kegiatan Baznas Kabupaten Gianyar yang bekerja sama dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Agung Al - A'la Kabupaten Gianyar.

Sedangkan Cek Kesehatan seperti cek kolesterol, cek gula darah dan asam urat dan Terapi Kesehatan ala Tibbun Nabawi seperti Gurah, Totok Ruqyah dan Bekam menjadi titik fokus Kegiatan Seksi Kesehatan Dewan Kemakmuran Masjid Agung Al - A'la Kabupaten Gianyar dibawah pimpinan dr. Mahmud yang juga bekerja sama dengan Jam'iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) Gianyar.

Dilaksanakan pada Ahad 29 Desember 2019, Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Ketua Baznas Gianyar, H. Ibnu Atho'illah,ST,MT. Kemudian dilanjutkan dengan pengarahan dari K.H. Muhammad Yusuf Abdurrahman dari Malang terkait sunat di ruangan tengah lantai 1 masjid.

Berikut galeri foto kegiatannya

K.H. Muhammad Yusuf Abdurrahman memberi arahan

Bersama Ketua Umum Baznas Gianyar Sunardi Eko

Ketua Baznas Gianyar, H. Ibnu Atho'illah,ST,MT

Peserta Khitan Massal



Pendaftaran Donor Darah

Sebagian panitia pun ikut mendonorkan darah


Donor itu keren

Sangat diminati ibu - ibu

Partisipasi dari Generasi Muda Masjid Agung Al-A'la (GEMMA) Gianyar

Ketua GEMMA, Dedy Pratama

Ketua Bidang Imaroh, Lalu Ucin,Amd.Gizi, meninjau pelaksanaan kegiatan


Check in peserta khitan

Panitia dari Baznas


Pendaftaran peserta Cek Kesehatan dan Tibbun Nabawi


Cek Tensi

Ketua Seksi Kesehatan Masjid Al - A'la Gianyar, dr. Mahmud 

Pemberian Obat Gratis

Totok Ruqyah bekerja sama dengan JRA Gianyar


Jangan di tiru tanpa keahlian khusus

Bekam

Kebayang rasanya ?