Tampilkan postingan dengan label pemberdayaan wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemberdayaan wanita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Mei 2019

Segala Komponen Lembaga dan Banom Adalah Juga Pengurus Masjid

HOME STRUKTUR KEPENGURUSAN PROGRAM KERJA SEJARAH MASJID INFORMASI

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاء وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ


Menindak lanjuti rapat pleno pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Agung Al – A’la Kabupaten Gianyar pada 13 April 2019, maka DKM melaksanakan rapat khusus Lembaga  - Lembaga Masjid yang ada di Masjid kita tercinta. Diantaranya Lembaga Unit Pelayanan Zakat (UPZ), TPQ MADIN Al – A’la dan MT Ibu – Ibu Al - A’la.

Diawali dengan pembukaan oleh Wakil Ketua Dewan Syuro Masjid Agung Al – A’la, Ustadz H. Abdul Hamid Nasfi. Beliau menyampaikan bahwa pada hakikatnya masjid adalah tempat sujud atau tempat ibadah.

Adalah fardhu 'ain kita menghidupkan masjid dengan sholat, dan fardhu kifayah nya ialah ibadah ibadah lainnya. Seperti imaroh yang merupakan implementasi dari fardhu ain. Dengan menangani berbagai macam program yang ada.


Sedangkan fardhu kifayah nya dengan bidang Idaroh dan Riayah dengan saling menunjang. Jika tidak, maka masjid kita tercinta akan seperti masjid yang ada di kampung - kampung. Datang hanya untuk sholat tapi setelahnya sepi.

Kelembagaan masjid seperti TPQ MaADIN juga menjadi alat pencetak kader di masa depan. Karena tanpa guru – guru, imarohtak bisa berbuat apa apa. Termasuk juga giru tugas, kehadirannya sangat penting. Karena dapat menjadi rujukan kedepannya.

Dilanjutkan dengan laporan dari TPQ MADIN yang disampaikan Ketua TPQ Ustadz Lailatul Qodar. Beliau menyampaikan paparan kondisi terkini TPQ dan kendala – kendala selama setahun terakhir. Dan Kepala MADIN Ustadz H. Miftahul Huda dengan menjabarkan program – program unggulan.



Ketua MT Ibu – Ibu Al – A’la, Ibu Ustadzah Sri Wahyuni menyampaikan sejarah awal pembentukan MT Ibu – Ibu Al – A’la dan capaian program kerja selama setahun terakhir. Dan terakhir Laporan dari Ketua UPZ Masjid Agung Al – A’la Kab Gianyar, Bapak Muhammad Suyana. Beliau menyampaikan evaluasi terkait kendala yang ada dan pengembangan UPZ di masing – masing Majelis Ta’lim untuk kedepannya.

Ketua Umum DKM, Ustadz Agus Arianto menyampaikan pengurus yang ada terutama di banom dan lembaga, jangan pernah merasa kecil hati. Karena bagaimanapun Kinerja DKM tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya Lembaga dan Banom. 

Anggota dari Lembaga dan Banom tersebut, adalah juga menjadi pengurus DKM. Dikarenakan banyak pula yang menjadi guru, tukang parkir dll masih belum merasa sebagai pengurus masjid. Bahwasannya kita adalah satu keluarga besar.


Kedua, kepengurusan lembaga juga mengikuti masa khidmat pengurus DKM. Jika masa khidmat DKM telah usai, maka kepengurusan lembaga juga berakhir. Namun apabila masi tetap berjalan, sesungguhnya itu adalah bonus.

Adapun hasil dari keputuran rapat ini antara lain. Ketua TPQ dijabat oleh Ustadzah Arif Siti Musrifah. Ketua MADIN dijabat kembali oleh Ustadz Lailatul Qodar. Ketua MT Ibu – Ibu Al – A’la dijabat kembali oleh Ustadzah Sri Wahyuni. Ketua UPZ dijabat kembali oleh Bapak Muhammad Suyana. Acara ditutup oleh Ketua Dewan Syuro H. Ibnu Atho’illah.

Demikian yang dapat kami sajikan, mudah-mudahan apa yang termuat pada web-blog ini dapat menjadikan Masjid Agung Al-'Ala Kab. Gianyar semakin maju dalam memakmurkan Masjid dan membina umat. Aamiin..

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Sabtu, 27 April 2019

Pelatihan Haid Nifas dan Istihadhah

HOME STRUKTUR KEPENGURUSAN PROGRAM KERJA SEJARAH MASJID INFORMASI

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاء وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ

Ustadz Achmad Shiddiq

Haid menjadi hal yang tak terpisahkan oleh wanita. Namun tak banyak yang tau bagaimana menyikapi haid menurut pandangan Islam. Maka dari itu Dewan Kemakmuran Masjid Agung Al- A’la Kabupaten Gianyar melaksanakan program Pelatihan Haid, Nifas da Istihadhah. Dengan bekerja sama dengan Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Sidogiri.

Dimulai pada pukul 09.00, acara dimulai dengan sambutan Ketua Umum Dewan Kemakmuran Masjid Agung Al- A’la Kabupaten Gianyar, Ustadz Agus Arianto. Kemudian sambutan Ketua LAZ Sidogiri yang dalam hal ini diwakili oleh Ustadz Syaiful. Beliau menyampaikan bahwa alumni santri diajarkan untuk menyiarkan apa yang diperoleh di pondok pesantren, disebarluaskan ke masyarakat. Salah satunya dengan kegiatan ini.

Kemudian dilanjutkan pemateri yakni Ustadz Achmad Shiddiq dan Ustadz Lailatul Qodar. Beberapa poin yang disampaikan antara lain. Adalah fardhu ain mempelajari tentang haidterutama bagi wanita yang sudah baligh. Sedangkan Fardhu Kifayah bagi laki – laki.


Dihadiri Pengurus DK Masjid Agung Al - A'la Kab. Gianyar
Haid atau yang biasa disebut menstruasi adalah darah yang keluar melalui alat kelamin perempuan ketika mencapai usia minimal 9 tahun Hijriyah kurang 16 hari kurang sedikit (usia 8 tahun 11 bulan 14 hari lebih sedikit), dan keluar tidak disebabkan sakit atau melahirkan.

Dengan demikian darah yang keluar sebelum usia tersebut atau disebabkan penyakit atau melahirkan maka tidak dinamakan darah haid. Sedangkan wanita yang mengeluarkan darah sebagian masuk dalam usia haid dan sebagian yang lain tidak masuk maka hukumnya adalah:

  1. Darah yang keluar sebelum mencapai usia haid dihukumi darah istihadhah.
  2. Darah yang keluar saat sudah mencapai usia haid dengan syarat tidak lebih dari 15 hari dan tidak kurang dari 24 jam.

Nifas adalah darah yang keluar dari kemaluan perempuan setelah melahirkan (walaupun yang dilahirkan hanya segumpal darah atau daging), selama tidak dipisah masa suci (tidak keluar darah) 15 hari atau lebih. Apabila sudah dipisah 15 hari maka darah yang keluar setelahnya dihukumi haid apabila memenuhi syarat haid.

Jika darah yang keluar pada saat sakitr melahirkan, atau bersamaan denagn bayi tidak dihukumi nifas, sedangkan hukumnya diperinci:
  1. Jika darah tersebut bersambung dengan darah haid sebelumnya maka juga dihukumi haid.
  2. Jika tidak bersambung dengan haid sebelumnya atau bersambung dengan darah sebelumnya namun ketika digabung masih tidak mencapai 24 jam, maka dihukumi darah istihadhah.


Diikuti segenap MT dan Organisasi Islam Wanita

Darah Istihadhah adalah darah yang keluar dari kemaluanm perempuan yang tidak sesuai dengan ketentuan haid dan nifas.


Acara ini diikuti perwakilan Majelis – Majelis Ta’lim, Organisasi Wanita Islam se-Kabupaten Gianyar. Diantaranya, MT Ibu – Ibu Al-A’la Gianyar, PC Muslimat NU Gianyar, PD Aisyiah Gianyar dll. Serta anggota putri Generasi Muda Masjid Agung (GEMMA) Al-A’la Gianyar.

Demikian yang dapat kami sajikan, mudah-mudahan apa yang termuat pada web-blog ini dapat menjadikan Masjid Agung Al-'Ala Kab. Gianyar semakin maju dalam memakmurkan Masjid dan membina umat. Aamiin..

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه